Lenteng, NU Online Sumenep
Ikatan Pelajar Nahdlatu Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) merupakan gerbang badan otonom termuda dan pertama untuk mengenal NU. Maka dari itu, tak heran bila ada sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa kader IPNU-IPPNU hari ini adalah pengurus NU masa depan.
“Orang yang tidak mengenal NU, akan sulit menjadi penerus NU, karena mustahil ia bisa menggerakkan jam’iyah,” ujar KH Manshuri pada acara Pelantikan Pengurus Komisariat (PK) IPNU-IPPNU Sekolah Menengah Atas Islam (SMAI) Nurul Yaqin Lembung Barat, Jum’at (11/02/2022) di aula setempat.
Kepala SMAI Nurul Yaqin Lembung Barat ini juga menuturkan bahwa salah satu cita-cita NU yaitu mempertahankan aqidah Ahlusunnah wal Jamaah dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tujuan ini sudah digaungkan pada Muktamar NU tahun 1936 di Banjarmasin dan harus dikuatkan oleh pelajar NU.
Untuk mempersiapkan ini semua, mental pelajar NU harus dipersiapkan sejak dini lewat suatu proses, yaitu belajar. Maka dari itu, di organisasi IPNU-IPPNU terkenal sebuah motto: belajar, berjuang, dan bertakwa.
“Ketika kita ingin jadi seorang pemimpin, harus belajar dari sekarang. Ketika hendak berjuang kita harus belajar. Dan kita juga harus belajar dulu untuk menjadi pribadi yang bertakwa,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga berkata dengan tegas, ia berani menjamin ketika seorang berproses dari dasar, maka kelak bisa memimpin organisasi dan menggerakkan jamaah. Namun bila belajarnya kurang, maka bisa dipastikan pemimpin itu akan menyimpang dari cita-cita luhur suatu perkumpulan.
“Maka pesan saya, pelajar NU hari ini harus mempersiapkan diri untuk mengisi NU di masa yang akan datang,” pesan beliau di akhir sambutannya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Lenteng, M Wahdi, menegaskan, saat ini dirinya memang lebih fokus pada kaderisasi. Kendati demikian, hal itu bukan berarti melepaskan kegiatan-kegiatan lainnya, termasuk kegiatan sosial.
“Kaderisasi kita tetap berjalan sebagaimana yang telah dijadwalkan. Kemungkinan ada beberapa titik kaderisasi yang jadwalnya mengalami perubahan, mengingat bulan suci Ramadhan kian mendekat,” katanya.
Meski menjadi kegiatan fokus, Wahdi menegaskan pihaknya tetap memperhatikan program yang telah berjalan selama ini.
“Kaderisasi bagian dari jantung organisasi, agar suatu organisasi terus bergerak dinamis maka kaderisasi pula harus terus dilaksanakan. Di samping itu pula, perlu adanya dampingan bagi mereka yang telah mengikuti kaderisasi agar tetap semangat dalam berorganisasi,” tandasnya.
Editor : Firdausi

