Kota, NU Online Sumenep
Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak Kabupaten Sumenep menggelar doa bersama untuk perjuangan rakyat Wadas dalam mempertahankan tanahnya pada Kamis (10/02/2022) malam di Makam Asta Tinggi Sumenep.
Menurut Moh. Faiq, doa-doa yang dibaca terdiri dari doa Rotib Al Haddad, surat Al Ahzab, dan Hizbun Nashor dan tahlil. Menurut pria asal Guluk-guluk ini, kegiatan doa bersama terlaksana untuk memberikan dukungan kepada masyarakat Wadas yang tengah berjuang mempertahankan tanahnya.
“Semoga diberikan keselamatan, kesehatan dan kemenangan. Meski, kita di Sumenep tidak terlibat di tengah tengah mereka. Setidaknya kita bisa berdoa dan mendukung perjuangan mereka,” katanya saat dikonfirmasi NU Online Sumenep.
Pria yang kini menjadi kordinator di Front Nahdliyyin untuk Kedaulatan Rakyat (FNKSDA) Kabupaten Sumenep mengatakan bahwa peristiwa yang menimpa rakyat Wadas merupakan bentuk tindak kekerasan aparat pemerintah yang tidak memihak pada kepentingan masyarakat.
“Mereka lebih memaksakan proyek strategis nasional yang nyata merampas tanah-tanah rakyat,” tandasnya.
Ia menyayangkan dan mengutuk keras tindakan represif aparat dan kesewenang-wenangan atas masyarakat wadas itu.
“Semoga segera diberi balasan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kawan-kawan, lebih baik berjuang daripada tergusur dan terbuang. Tetap komitmen dalam satu barisan, tanah rakyat untuk rakyat bukan korporat. Menang,” pungkasnya.
Editor : Ibnu Abbas

