Batang-Batang, NU Online Sumenep
Wakil Bupati Sumenep, Nyai Hj Dewi Khalifah, dalam kegiatan Khitanan dan Ruqyah Massal Gratis yang dilaksanakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Batang-Batang, berharap agar warga NU memikirkan dengan serius gizi kesehatan anak dan peningkatan pendidikannya, Rabu (20/10/2021).
“Masa depan anak tergantung pada bapak ibu sekalian. Jaga kesehatan dan gizi anak-anak kita,” pintanya.
Beliau meminta agar anak diberi asupan makanan yang bergizi, seperti ikan laut agar pintar. Kalau anak pintar maka orang tua jualah yang akan merasakan kebahagiaannya.
Selain soal kesehatan, dirinya juga menitip perihal pendidikan agar penddikan anak-anak warga NU dijaga dan ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya.
“Hidup dengan punya ilmu berbeda dengan orang yang tidak punya ilmu,” jelasnya.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Sumenep itu mengingatkan bahwa generasi muda akan mengganti tokoh pemerintahan dan tokoh NU di kemudian hari. Tak ada yang tahu rahasia Allah.
Tak hanya itu Ny Eva juga menyinggung soal ekonomi masyarakat. Ia sebut di Batang-Batang banyak pohon Siwalan dan Kelapa.
“Siwalan dan Kelapa mulai dari daunnya, lidi, buah dan batangnya, semua memiliki potensi ekonomi. Tinggal digali dan ditekuni,” tuturnya lagi.
Potensi yang bisa ditawarkan, sebutnya adalah gula merah yang berasal dari air nira atau keluar dari tangkai bunga pohon Lontar atau Siwalan. Hal itu agar generasi muda tidak memilih bekerja di luar, tapi dapat melestarikan potensi yang ada di Batang-Batang sendiri.
“Jangan melihat yang jauh. Manfaatkan potensi desa sendiri, baik potensi Siwalan maupun Kelapa agar memiliki nilai uang,” imbaunya.
Selain itu alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu juga meminta agar warga NU rukun di dalam urusan rumah tangga.
“Jika bapak dan ibu rukun, maka anaknya akan senang. Kalau bapak dan ibu sering bertengkar, maka anak pasti pusing,” tambahnya.
Sebagai bagian dari keluarga besar NU, beliau bersedia untuk membantu sarana yang dibutuhkan oleh Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU). Kemudian acara diparipurnai dengan pemberian bantuan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) sebanyak 50 anak yang telah dikhitan.
Editor: Firdausi

