Bluto, NU Online Sumenep
Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep Kiai Moh Halili mengharap kepada seluruh peserta Pelatihan dan Pendidikan (Diklat) Santri Tangguh Bencana (Sanggub) benar-benar memanfaatkan waktu ini untuk menyerap ragam ilmu yang nantinya akan disampaikan oleh narasumber profesional.
Pernyataan itu disampaikan saat membuka Diklat Santri Tangguh Bencana yang dihelat oleh Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Sumenep di Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Bluto, Kamis (26/10/2023).
“Para santri yang notabenenya pengurus pesantren se-Sumenep ini sengaja dilatih oleh narasumber agar sigap dan tidak panik saat bencana alam menimpa kita. Kita tak berharap bencana, tapi minimal kita punya bekal bagaimana kesigapan santri saat terjadi bencana,” ujarnya pada peserta di auditorium pesantren setempat.
Tak hanya itu, peserta tidak hanya dibekali pengetahuan secara teoritis, tapi peserta akan mensimulasikan secara konkret sebuah kesigapan saat bencana alam yang tak bisa diprediksi nalar manusia.
Alumni Pondok Pesantren Nurul Islam Karang Cempaka Bluto ini mengucapkan terima kasih kepada pengasuh pesantren. Karena sejak awal berdirinya pesantren Nasyrul Ulum hingga saat ini, berkenan dijadikan tuan rumah di setiap kegiatan NU di level tingkat cabang.
“Kami menyebutnya pesantren NU, karena jika disingkat nama Nasyrul Ulum disebut pesantren NU,” kelakarnya di depan masyayikh.
Halili sapaannya, menyatakan bahwa pesantren Nasyrul Ulum memiliki banyak keberkahan. Semua mata tertuju ke pesantren yang dirintis oleh KH Abdul Hamid Mannan.
“Pesantren yang sangat representatif ini memiliki keunikan. Secara geografis pesantren yang berada di daerah perbukitan bisa memberikan panorama alam kepada tamu. Termasuk saya sendiri. Buktinya, saya betah di sini karena bisa melihat tempat kelahiranku di Giliraja,” tutur alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo ini.
“Dengan memohon ridha Allah SWT, kami nyatakan Diklat Santri Tangguh Bencana secara resmi kami dibuka dengan bersama-sama membaca basmalah,” ucapnya.
Diketahui, kegiatan ini bekerja sama dengan PC Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Sumenep yang melibatkan 50 peserta dari masing-masing pesantren se-Sumenep.
Di masa karantina selam 2 hari (26-27/10/2023), peserta dibekali ilmu oleh narasumber. Berikut materinya: Pesantren Aman Bencana yang diisi BPBD; Penanganan Bencana Kebakaran yang diisi petugas Damkar; Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) oleh PMI; Mitigasi Bencana dan Kegawatdaruratan oleh Basarnas.
Tak kalah penting lagi, peserta mendapatkan bekal materi Tajhizul Jenazah oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep dikala relawan santri diminta memandikan jenazah korban bencana alam.

