Kota, NU Online Sumenep
Ketua Organizing Committee (OC) 1 Abad NU, Nyai Hj Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid menegaskan bahwa perempuan memiliki kesetaraan.
Pernyataan disampaikan saat memberi sambutan di acara NU Woman Frest di Graha Pertamina Jakarta, Sabtu (15/10/2022) lalu.
Diceritakan, Nusaibah binti Ka’ab menyoal laki-laki yang seolah-olah masuk surga. Pasalnya laki-laki sering disebut oleh Nabi Muhammad Saw. Sedangkan perempuan jarang.
“Kegelisahan tersebut tejawab dengan Wahyu Allah di surat Al-Ahzab yang meyakinkan para mukminah kedudukannya sama dan setara,” terangnya di kanal Youtube TVNU yang diunggah pada 17 jam lalu, Senin (17/10/2022).
Lebih lanjut, Nusaibah binti Ka’ab seorang pembela nabi. Ia tak hanya di belakang layar, tetapi berada di garda terdepan saat berperang. Di perang Uhud, ia menjadi perisai nabi. Tubuhnya direlakan tertusuk pedang sebanyak 12 kali membentengi nabi.
“Kesetaraan inilah yang ditangkap oleh ulama NU yang diartikulasikan dalam bentuk ruang dan tempat berkiprah para perempuan NU. Seperti membentuk badan otonom NU yang menjadi penanda jelas bahwa kiai mensupport moral perempuan untuk berkiprah di jam’iyah,” ungkapnya.
Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menjelaskan, kini semangat kesetaraan terlihat di PBNU di bawah kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf yang melakukan ijtihad dan memberikan dorongan besar bagi kiprah perempuan serta memberikan ruang di jajaran tanfidziyah.
Dalam rangka 1 Abad NU, lanjutnya, Gus Yahya memberikan dukungan penuh untuk perayaan kiprah perempuan lewat launching NU Woman.
Menurut Putri Presiden RI Ke-4 itu, NU Woman adalah ruang perjumpaan bagi perempuan NU. Baik yang tergabung dalam struktur maupun kultur. Artinya, wadah ini tidak hanya menampung perempuan NU yang ada di Banom, tetapi seluruh ibu-ibu Nyai Nusantara yang aktif berkiprah di masyarakat.
“Di sinilah ruang perjumpaannya. NU Woman berperan sebagai agregator maupun ruang konsolidator agar perempuan-perempuan NU bisa lebih dinamis lagi dalam memperjuangkan berbagai macam isu-isu yang berkaitan dengan perempuan dan bangsa,” tandasnya.
Editor: Ach Khalilurrahman

