Image Slider

18 Tahun BMT NU Jawa Timur Gigih Berjuang Tebar Manfaat

Gapura, NU Online Sumenep

1 Juli 2004 atau 18 tahun yang silam, Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT NU Jawa Timur lahir atas semangat dan kegigihan untuk menebar manfaat kepada ummat.

Perjalanan yang panjang dan penuh tantangan menjadi pelecut semangat untuk terus berjuang demi tegaknya lembaga keuangan dibawah naungan MWC NU Gapura itu.

Dengan tekad kuat dari seorang Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) MWC NU Gapura kala itu dan didukung penuh oleh pengurus MWC NU, H. Masyudi Kanzillah, BMT NU kini lahir sebagai ruang pengabdian.

Dalam sejarahnya, tercatat dua orang yang rela mengorbankan seluruh peluh dan jiwanya untuk BMT NU, selain H. Masyudi Kanzillah yang juga menjabat Direktur Utama juga ada Kiai Darwis Ghalib yang tidak kalah besar perjuangan dan pengabdiannya demi mewujudkan kemandirian ekonomi jama’ah dan jam’iyah Nahdlatul Ulama.

“Saya tidak pernah menyangka BMT NU akan seperti ini, karena dulu kantornya adalah jok motor dan segala laporan kami tulis secara manual,” dawuh Kiai Darwis.

Sepanjang perjalanan, Masyudi yang pada saat itu sebagai Ketua dan merangkap sebagai Sekretaris serta Kiai Darwis adalah bendaharanya, pada tahun 2005, dua orang pendiri ini merasa putus asa karena perkembangan BMT NU sangat jauh dari harapan.

Hampir setiap hari, mereka door to door ke rumah masyarakat untuk mengajak bergabung bersama BMT NU.

“Siang sampai sore mencari peminjam sedangkan malamnya mencari penabung serta mengerjakan administrasi keuangan,” tambah Kiai Darwis.

Di tengah keputusasaan sebab perkembangan yang tidak sebanding dengan pengorbanan, H. Masyudi mengalami kejadian yang tidak bisa dilupakan sepanjang sejarah hidupnya.

“Ada empat orang ibu pedagang ikan, pengrajin tikar, pedagang bubur dan pedagang soto yang menangis sebab mendapat pinjaman dari BMT NU sebesar Rp.  200.000,” ujar H. Masyudi.

“Ibu-ibu itu menangis karena terharu kenapa NU baru hadir dan melepaskan jeratan rentenirnya dan angisan itu seolah menyadarkan kami bahwa perjuangan BMT NU harus dilanjutkan,” imbuh laki-laki pendiri BMT NU itu.

Gugahan semangat kembali terbangun dari tangisan ibu-ibu dan beliau bertekad akan belajar dari kegagalan.

Hingga dua orang pendiri itu bersumpah dalam hati kecilnya bahwa apapun yang terjadi BMT NU harus terus berkembang.

Hingga kini, semangat perjuangan dan pengorbanan itu berbuah manis. BMT NU berusia 18 tahun. Dari jok motor sebagai kantor pada tahun 2004, tahun 2022 berdiri dua kokoh dua gedung di ujung pulau Madura tepatnya di Kabupaten Sumenep Kecamatan Gapura dengan nuansa hijau. Adalah BMT Nuansa Umat Jawa Timur.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga