Gapura, NU Online Sumenep
Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH Hafidzi Syarbini mengisahkan, suatu ketika para Sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang amal apa yang paling baik. Rasalullah SAW bersabda, bahwa paling baiknya amal yaitu amal yang sampai dan kemudian berangkat.
“Maksud dari hal ini ialah sampai ke bulan Ramadhan dan berangkat di bulan Syawal, yang dilakukan hanya untuk berbuat amal baik yang diridhai Allah SWT,” ujar Kiai Hafidizi.
Penegasan tersebut disampaikan saat Halal Bihalal dan Nyu’un Pamangghi yang digelar PCNU Sumenep bersama elemen NU, pengurus MWCNU, dan pengasuh pondok pesantren, Ahad (22/05/2022). Kegiatan dipusatkan di Pesantren Nasy’atul Muta’allimin, Gapura Timur, Gapura, Sumenep.
Ia menyampaikan, bahwa bulan Syawal merupakan awal dalam membuka kembali perbuatan atau amal baik yang diridhai Allah SWT. Sebab menurutnya, Idul Fitri yang telah lalu telah mengosongkan dosa-dosa yang pernah diperbuat.
“Semoga di bulan Syawal ini kita dapat menjadi orang yang Fa ulaika humul muflihun dalam mengamalkan ajaran Nahdlatul Ulama,” ucap alumni Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang itu.
Menurutnya, Idul Fitri telah menghapus dan mengosongkan dosa-dosa yang pernah diperbuat manusia. “Semoga kita dapat melanjutkan amal ibadah kita setelah idul Fitri yang lillahi ta’ala, sehingga menjadi amal yang diridhai oleh Allah SWT,” ungkapnya.
Dirinya pun mengucapkan permohonan maaf jika ada salah sesama pengurus. Menurutnya, jika Allah menampakkan salah di antara sesama manusia itu bukan sebuah kesalahan.
“Tapi, Allah sedang menolong manusia untuk mengetahui agar tidak mengikuti kesalahan yang diperbuat,” pungkasnya.
Editor: Ibnu Abbas

