Kota, NU Online Sumenep
Ny Hj Zannuba Ariffah Chafsoh Ketua Organizing Committee (OC) Hari Lahir (Harlah) 1 Abad NU mengatakan, NU yang biasanya sarungan, bakiakan, sudah masuk pada ranah teknologi. Karena teknologi merupakan faktor besar dalam kehidupan manusia, dan Islam sendiri tak asing dengan teknologi.
“Dalam bidang teknologi, NU berharap memberikan kontribusi besar pada bangsa dan negara. Hal itu lewat anak-anak muda NU yang cakap dalam dunia teknologi. Sebut saja mas Ainun Najib seorang Praktisi Information and Technology (IT) di Singapura. Selain beliau, ada juga talenta-talenta muda lainnya yang akan kami perlihatkan kekhasan NU dalam memasuki Abad Ke-2,” ujarnya pada acara NU Tech Final Day di Savana Hotel dan Convention Malang.
Yenny Wahid menyatakan, NU sebab organisasi Islam terbesar di dunia sangat akrab dengan teknologi. Sejarah peradaban Islam mencatat bahwa Ibnu al-Haitsam menciptakan lensa, Al-Khawarizmi penemuan al-Jabara dan sin cos tangen, Fatimah al-Fihri seorang muslimah pendiri Universitas pertam di Maroko.
Kitab Syamsul Ma’arif yang dikarang oleh Syekh Ahmad Al-Buni, kata dia, juga menyoal science. Kendati demikian ada orang yang beranggapan kitab perdukunan.
“Di dalam kitab itu, Al-Buni menegaskan bahwa bumi itu bundar. Bahkan ada lingkaran yang mengelilingi bumi, yakni garis katulistiwa. Nah baru-baru ini Abdullah bin Baz mengatakan bumi itu datar. Piye iki,” tanya pada audien.
Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mencita-citakan, suatu hari nanti ada Nahdliyin dan Nahdliyat yang menjelajah ke ruang angkasa. Jadi, jika suatu saat nanti mendegar shalawatan di bulan, berarti orang NU.
“Kita punya harapan besar dalam teknologi. Adik-adik lah yang meneruskan perjuangan para kiai dan ibu nyai NU dengan cara yang berbeda, yakni melalui teknologi. Syiarnya melalui teknologi yang tentunya untuk mencapai kebaikan di masyarakat,” tuturnya di kanal Youtube TVNU yang diupload pada Kamis, (22/12/2022).
Putri yang selalu mendampingi Gus Dur ini mengutarakan, di bawah kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf, Ketum PBNU membentuk panitia untuk membuat selebrasi momen historis 1 Abad NU. Kesyukuran tersebut tak lain untuk menguatkan syiar Allah dan menegakkan maslahatul ummah.
“Acara kemandirian ekonomi, R-20 di Bali yang membicarakan agama sebagai solusi masalah dunia, NU Wowam, festival Nusantara, Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), termasuk NU Tech yang menjadi rangkaian 1 Abad NU. Puncaknya nanti di stadion Gelora Delta Sidoarjo. Diharap kehadirannya,” harapnya.

