Kota, NU Online Sumenep
Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Kecamatan Talango gelar kegiatan Nengghu Film bersama di Kanca Kona Kopi, Dusun Toros, Babbhalan, Sumenep pada Sabtu (24/12/2022).
Kegiatan ini menyuguhkan film dengan judul “Sudut Pandang Nasib” karya alumni santri Annuqayah daerah Talango yang dipersembahan untuk memeriahkan momentum peringatan Hari Santri Nasional beberapa waktu lalu.
Tidak hanya itu, kegiatan Nengghu Film juga berusaha membedah film bertemakan santri itu. Daviatul Umam selaku sutradara film tersebut hadir sebagai narasumber bersama sinematografi Universitas Airlangga, Farimah Fitri Imaniah sebagai Pembanding.
Manajer Cafe Kanca Kona Kopi, Kudsi menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian program Kanca Kona sebagai wadah kreativitas para pemuda, khususnya alumni Pondok Pesantren Annuqayah.
Dia mengatakan, hal ini pula merupakan awal pertama adanya bedah film di Kancakona Kopi, nantinya juga akan ada bedah film dari hasil kreativitas santri lain yang akan dibedah di kafe ini.
“Hal ini bentuk apresiasi agar para santri terus bisa mengembangkan seni yang digelutinya walau sudah menjadi alumni,” ungkapnya.
Daviatul Umam sebagai sutradara menyampaikan ucapan banyak terima kasih kepada pihak Kanca Kona kopi yang telah mengapresiasi karyanya.
Ia mengaku film buatanya itu masih jauh dari kata sempurna, karena baru pertama kali dan dibuat melalui aturan-aturan yang biasa dilakukan oleh sutradara biasanya, namun berdasarkan pengalaman yang ia dapatkan dulu waktu belajar teater di Annuqayah, bahkan artristik yang digunakan hanyalah alat seadanya.
“Kami hanya mengandalkan spirit bersama dan film ini tidak murni hasil saya karena memang masih banyak gagasan-gagasan dari teman teman yang lain sehingga kita bisa menyempurnakan film ini,” tambah pemilik Warung Puitika ini.
Sementara Fatimah Vitri Imaniah selaku pembanding menyampaikan bahwa film ini mengangkat karakter santri dan budaya Madura yang merupakan kultur paling kuat, banyak pesan moral di dalam film ini seperti dialog antara ayah dan anak yang menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya ada di ruang kelas, tapi di mana pun selama ada kemauan untuk belajar
“Dan yang paling menarik itu, di pembukanya seakan akan adegan yang memang dekat dengan kita dan itu seperti nyata terjadi di kehidupan kita, hampir semua aktor penyatu dengan lakonnya masing-masing, ini nilai plus dari film ini, tidak ada aktor yang seakan akan aktingnya mengada-ada atau berpura-pura, semua seperti kenyataan. Namun sebagus bagusnya film tentunya masih ada kekurang seperti monolog dan suara batin itu agak tidak perlu, make up masih belum bisa membedakan antara yang tua dan yang muda, dan audio yang terkadang kurang jelas, jadi dari film ini sebenarnya sudah cukup bagus namun masih perlu penyempurnaan-penyempurnaan, pesan saya semoga IAA Talango bisa membuat film-film lanjutan dan menyempurnakan lagi hal-hal yang masih perlu dibenahi, salam semangat untuk IAA Talango,” tegasnya.
Ucapan terima kasih kepada pihak Kanca Kona disampaikan oleh Khalili sebagai perwakilan dari IAA Talango dengan harapan agar tidak hanya menjadi awal dan akhir dari kerja sama IAA dengan pihak Kanca Kona.
“Semoga hal ini tidak hanya menjadi awal dan akhir dari kerjasama kita dengan pihak Kanca Kona namun bisa menjadi awal dari ikatan kerja sama untuk selamanya , agar ketika ada alumni yang mempunyai kreativitas, baik yang berupa bedah film atau yang lain, kdapat kembali kerja sama dengan Kanca Kona,” pungkasnya.
Editor: A Warits Rovi

