Arjasa, NU Online Sumenep
Sebelum memasuki tahun baru 2023, Kabupaten Sumenep dilanda cuaca ekstrem di beberapa kepulauan, antara lain, wilayah Masalembu, Kangean, Giliraja, Gili Genting, Arjasa.
Dikatakan oleh Daeng Fadholi selaku warga Kangean, Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa, ombak besar dan angin kencang merusak beberapa fasilitas pelabuhan, perumahan di daerah pesisir, bahkan menenggelamkan beberapa perahu yang sedang beroperasi di lautan dan yang bersender di pelabuhan.
Ia mengutarakan, cuaca ekstrem yang terjadi pada hari Jum’at (23/12/2022) yang lalu, seluruh kepulauan yang ada di Kabupaten Sumenep terkena dampaknya.
“Kami memprediksi, untuk tahap awal, cuaca ekstrem akan terjadi di akhir bulan Desember 2022. Kemungkinan ada yang lebih besar lagi di pekan kedua dan ketiga di awal tahun 2023,” ujarnya saat dikonfirmasi Ahad (25/12/2022).
Fadholi membenarkan video yang beredar di media sosial. Disebutkan, banyak rumah penduduk yang rusak berat dan ringan. Bahkan beberapa perahu nelayan rusak berat hingga sampai hilang ditelan arus.
“Kalau video yang beredar di Medsos, kejadiannya di kepulauan Seribu. Alhamdulillah, tidak ada korba, hanya saja kerugian yang besar. Untuk itu, kami mengibau kepada para nelayan untuk menempatkan perahu motornya di tempat yang terlindung dari ombak besar dalam beberapa bulan ke depan,” imbaunya.
“Jangan sesekali pergi melaut selama tidak ada himbauan dari pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Karena kondisi cuaca terkini sangat ekstrem di kepulauan,” tandasnya.
Berikut data korban bencana di Kecamatan Arjasa dengan rincian sebagai berikut.

