Kota, NU Online Sumenep
KH Marzuki Mustamar, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menginginkan untuk mendata tempat-tempat penyembelihan binatang unggas. Pernyataan itu disampaikan saat penutupan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) NU Jatim di Pondok Pesantren Mojosari, Nganjuk, Jawa Timur, Ahad (25/12/2022).
Dikatakan, pihaknya bersama Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) akan meninjau proses penyembelihan, status agama penyembelih, darahnya mengucur tuntas atau tidak, dan meninjau tenggorokan hewan unggas tersebut putus atau tidak.
“Jikalau belum benar proses penyembelihan, kami akan membimbing. Jika dinyatakan benar secara hukum, maka PWNU akan memberi rilis resmi bahwa penyembelihan dinyatakan sah dan diumumkan kepada masyarakat agar pembeli tidak ragu-ragu lahir,” paparnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Rasyad Gasek, Malang itu menceritakan, saat berkunjung ke supermarket, ia melihat daging sapi impor dari negeri asing. Beliau berharap pada Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) melakukan hal yang sama, seperti rencana yang diputuskan dalam hasil Muskerwil.
“Peninjauan ini tidak hanya berlaku pada warung-warung makan, tetapi restoran. Karena di masa kini menjadi trand masyarakat,” tandasnya.

