Lenteng, NU Online Sumenep
Madrasah Diniyah (MD) Khairul Wira’i Lembung Barat, Lenteng menggelar kegiatan Syawalan sebagai momentum mendorong para santri untuk berjuang dan semangat dalam menuntut ilmu.
Kegiatan Syawalan tersebut, sekaligus menandai dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) semester ganjil tahun pelajaran 1447-1448 H di masjid setempat, Rabu (08/04/2026).
Kepala MD Khairul Wira’i Kiai A Wahid, dalam sambutannya menyampaikan bahwa awal KBM tahun ini dibuka dengan pembacaan tawassul dan tahlil bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam mengawali proses pembelajaran.
“Dengan harapan, agar seluruh proses belajar ke depan mendapatkan keberkahan,” ujar alumni Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa Guluk-Guluk ini.
Kiai Wahid menegaskan bahwa dalam menuntut ilmu dibutuhkan kesiapan dan perjuangan menghadapi berbagai tantangan. Dari hal itu, pihak madrasah menambah jam pelajaran pada malam hari sebagai bagian dari penguatan program keilmuan.
“Ada tambahan jam pelajaran pada malam hari sebagai ekstrakurikuler wajib bagi santri kelas IV Ula hingga III Wustha, dengan fokus pada metode cepat baca kitab kuning Al-Miftah Lil Ulum dari PP Sidogiri Pasuruan,” jelasnya.
Selain aspek akademik, alumni PP Sidogiri ini juga menekankan pentingnya kedisiplinan dalam ibadah, khususnya shalat berjamaah.
“Seluruh santri diwajibkan mengikuti hadiran shalat Ashar berjamaah sebelum KBM dimulai, seiring dengan status madrasah sebagai Madrasah Binaan (Mabin) PP Sidogiri,” ungkapnya.
Sementara itu, guru tugas PP Sidogiri Ust M Irham Aisy, menjelaskan bahwa kehadiran guru tugas memiliki tujuan besar yang telah digariskan oleh para masyayikh Sidogiri.
“Ada tiga tujuan utama pengiriman guru tugas. Pertama, manfaat untuk PP Sidogiri sebagai sarana dakwah dan pengembangan pendidikan agar lahir generasi yang bermanfaat bagi bangsa dan agama,” tuturnya.
Ia melanjutkan bahwa tujuan kedua adalah memberikan manfaat bagi tempat tugas melalui penguatan komunikasi dan perjuangan bersama dalam menegakkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.
“Ketiga, manfaat untuk guru tugas sendiri, agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat yang akan menjadi pahala jariyah,” pungkasnya.
Editor: Moh Khoirus Shadiqin

