Image Slider

Hadirkan Habib Abdul Qadir Ba’abud, Majelis Shalawat Nahjul Musthafa Gelar Maulid Nabi di Milad Ke-8

Pragaan, NU Online Sumenep

Memperingati ulang tahunnya yang ke-8, Majelis Shalawat Nahjul Musthafa mengadakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (26/02/2020) malam. Acara ini menghadirkan Habib Abdul Qadir Ba’abud dari Seboroh, Krejengan, Probolinggo.

Dalam sambutan pimpinan Nahjul Musthafa K. Tibyan Syujak mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh pelaksana Kartang Jaya Bershalawat dan komunitas Ikatan Pemuda Sarkojuk (IPS) ini diharapkan menjadi bentuk pengamalan hadis ‘man sanna sunnatan hasanah‘, termasuk orang yang memelopori sunnah yang baik agar menjadi tradisi keilmuan yang bermanfaat.

Beliau katakan bahwa di balik kemegahan acara milad kali ini ada sosok hebat dibelakangnya, yaitu Ra Hersi Syujak. Ra Hersi adalah pemilik perangkat multi media Nahjul Musthafa sehingga kegiatannya selalu meramaikan dunia maya.

“Ibarat bangunan kayu, Ra Hersi ini pakunya. Filosofi paku, tanpa paku bangunan bisa runtuh,” ujar pendakwah muda ini.

Nahjul Musthafa didirikan untuk mengakomodir berbagai macam budaya kesenian yang digandrungi masyarakat melalui gemuruh shalawat al-banjari.

“Filosofi yang tepat menggambarkan akomodasi budaya seni oleh Nahjul Musthafa adalah ‘Pancing’. Sesekali umpan menggunakan cacing untuk mendapatkan ikan-ikan besar,” tambahnya.

Sementara itu, sambutan Ikatan Pamuda Sarkojuk (IPS) disampaikan oleh KH. Zainurrahman Hammam. Beliau menjelaskan bahwa usia Nahjul Musthafa memang masih muda. Tetapi manfaatnya sudah dirasakan banyak orang. Beliau berharap, agar Nahjul Musthafa menjadi penggerak di kemudian hari.

“Anak muda hari ini akan menjadi tokoh di masa yang akan datang. Semoga milad yang ke-8 Nahjul Musthafa semakin anfa’ lil-ummah,” ungkap pengasuh PP. Al-Muqri Prenduan ini.

Beliau mengajak Nahjul Musthafa untuk memelopori kebaikan di segala zaman dan ruang. Karena manusia akan masuk surga sesuai amalnya.

“Di akhirat nanti, orang akan dipanggil dengan amalnya masing masing. Ahli shalat, ahli puasa, ahli zakat, ahli kebaikan akan masuk surga lewat pintunya masing-masing,” tambahnya.

Sementara Habib Abdul Qadir dalam ceramahnya menggugah kesadaran umat agar bersungguh sungguh dalam bertaubat pada Allah. Di dalam taubat ada taubatnya orang awam dan taubatnya orang shalih.

“Taubat orang awam bertaubat dari dosa. Adapun taubatnya orang shalih, bertaubat dari lupa,” dawuhnya memulai ceramah.

Beliau bercerita, bahwa ada orang shalih diturunkan derajatnya oleh Allah gara-gara hanya mencium isterinya tanpa niat. Mencium saja bagi orang shaleh butuh niat, maka jangan putus asa dari rahmat Allah. Ingat, tugas setan itu memberi waswas dan membuat manusia mati dalam keadaan su’ul khatimah. Setan juga memberi janji-janji kepalsuan.

Cara bertaubat agar disebut taubatan nasuha, ada 4 hal. Pertama, hati menyesali dosa, kedua lisan selalu minta ampun pada Allah, ketiga, anggota badan dijauhkan dari tempat kita maksiat, dan keempat berjanji untuk tidak mengulangi lagi.

“Kalau dosa pada manusia lainnya, maka barang yang merugikan orang lain itu dikembalikan”, ujarnya menjelaskan doa adami antar sesama manusia.

Keadaan kita saat sekarang ini, tambahnya, adalah apa yang kita senangi saat masih hidup.

“Apa yang kamu suka pada saat kamu sekarat, lazimi. Apa yang kamu tak suka saat kamu sekarat, jauhi!”, Ujar habib yang tampak masih muda sekali ini.

Beliau juga mengingatkan peran orang tua pada anak, bahwa banyak kesalahan orang tua yang bisa menyebabkan anak nakal. Pada anak, beri contoh yang baik. Jangan beri anak makan dari harta yang haram. Ibu jangan manjakan anak. Ibu ibu jangan leter (nakal) diluaran di dunia maya. Penyakit leter (nakal) bagi ibu-ibu hanya bagi suaminya, leter syar’i menggunakan atribut agama untuk kepentingan hawa nafsunya diluar sana untuk suaminya bukan untuk yang bukan mahram.

“Jihad seorang perempuan adalah dirumahnya, membuat suami bahagia, buat rumah ada sorga, dan juga harus pinter dandan”, dawuhnya disambut derai semangat ribuan penonton.

Peringatan beliau selanjutnya agar warga senantiasa bersikap hati-hati dengan kematian, karena kematian datang tak diundang. Juga berhati-hati pada teman yang jelek. Jangan salah teman. Baiknya seseorang dari teman yang membawa kepada keshalehan.

Pewarta : Zubairi Karim.

Editor : Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga