Kota, NU Online Sumenep
Jam’iyah Ruqyah Aswaja (JRA) Bindara Saod Cabang Sumenep melaksanakan acara Hari Lahir (Harlah) yang ke-3 Kamis (14/01/2021). Acara ini dimulai pada pukul 13.00 WIB yang ditempatkan di salah satu rumah praktisi, H. Nurul Kamil, desa Parsanga, Sumenep.
Selain merayakan hari lahirnya, Panitia mengagendakan kepada seluruh praktisi agar membawa nama almarhum sebanyak 5 orang yang didoakan saat tahlil bersama seluruh praktisi. Bahkan, acara ini dihadiri oleh Pengurus Anak Cabang (PAC) dari berbagai kecamatan serta tidak lupa praktisi dari kepulauan juga memeriahkan harlahnya.
Suhairi Es-Shabar, Ketua JRA Sumenep, dalam sambutannya mengharapkan kepada seluruh praktisi JRA agar semakin dewasa dan bisa menata manajemen keorganisasian dengan baik. Pria asal Ketawang Guluk-guluk tersebut menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan sinergi dengan pengurus LDNU Sumenep. Tidak henti beliau mengingatkan agar mengajak pasien untuk mengenali penyakitnya dengan memberikan arahan. “Jangan sampai mengatakan anti penyakit medis kepada pasien, Praktisi JRA dilarang berbuat demikian,” Imbuhnya.
Sedangkan, Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Sumenep yang diwakili oleh K. Surya Fajar Rasyid mengatakan bahwa praktisi JRA termasuk orang orang yang mulia karena mendakwahkan Al-Quran kepada pasien.
“Praktisi JRA ini adalah orang orang yang mulia karena mendakwahkan Al-Qur’an kepada pasien sebagai obat dalam kehidupan,” ungkap kiai yang menjabat sebagai Sekretaris LDNU Sumenep tersebut.
Selain memaparkan sejarah singkat JRA, beliau juga mengharapkan agar gerakan yang dilakukan oleh JRA tetap berlandaskan nilai nilai Ahlussunah Wal Jamaah dan berada dalam sayap dakwah NU di Masyarakat.
Bahkan beliau berpesan kepada seluruh praktisi agar melakukan tiga hal dalam berdakwah dengan Al-Qur’an. Pertama, harus mengdepankan musyawarah dalam organisasi. Kedua, praktisi harus jujur dalam menangani pasien. Ketiga, harus bertanggung jawab. Salah satu nilai dari bertanggung jawab adalah dengan tetap mematuhi peraturan pemerintah.
“Bertanggung jawab dengan tetap tetap mengikuti aturan pemerintah,” jelasnya.
Dikonfirmasi, panitia pelaksana mengatakan bahwa acara harlah JRA ini memang sangat dipersiapkan dengan matang. “Untuk para praktisi dibatasi dan sudah melakukan izin dengan pihak Kapolres setempat, serta tak lupa kami undang LDNU Sumenep,”pungkasnya.
Editor : Ibnu Abbas

