Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur menggelar acara Wisuda ke-XXII, Senin (09/11/2020) kemarin. Pelaksanaan wisuda kali ini terbagi menjadi tiga tahap. Pertama Wisuda Pesantren, sedangkan tahap kedua dan ketiga wisuda Mahasiswa berstatus non-Pesantren. Adanya tahapan tersebut disebabkan masa pandemi yang belum berakhir, sehingga INSTIK Annuqayah memilih dengan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Dalam prosesi wisuda ini, Husnul Chotimah Fauzi terpilih sebagai salah satu Mahasiswi berprestasi. Mahasiswi Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) ini terpilih berkat banyak prestasi yang ia raih selama kuliah di INSTIK Annuqayah. Tentu penobatan tersebut merupakan suatu bentuk apresiasi yang diberikan oleh Civitas Akademika kepada Mahasiswi yang telah berhasil mengharumkan nama baik almamater INSTIKA.
Perempuan yang lahir pada 30 Juli 1998 di desa Bicorong, Pakong, Pamekasan tersebut merupakan tipikal perempuan yang suka tantangan. Ia seringkali mengikuti event lomba, baik tingkat kabupaten hingga bertaraf Nasional. Dengan bermodal potensi yang dimiliki, menjadikannya bersemangat dalam mengasah kemampuannya.
“Seringkali dalam suatu event perlombaan, saya harus bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa dari luar Sumenep, bahkan luar Madura,” terangnya kepada pcnusumenep.or.id. Selasa (10/11/2020).
Alumnus Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri tersebut juga mengungkapkan beberapa perjalanannya ketika berada di bangku kuliah. Ada banyak hal yang harus dilakukan, kuliah sebagai sarana untuk meningkatkan intelektual merupakan kewajiban bagi setiap manusia dalam membentuk karakter.
“Setidaknya tujuan dari adanya sebuah pendidikan benar-benar dapat dijadikan landasan berpikir dan berpijak ketika dihadapkan dengan kehidupan di tengah-tengah masyarakat kelak,” ungkap Chotim, sapaannya.
Mantan Sekretaris Kopri PMII Guluk-guluk Sumenep tersebut menambahkan, bahwa aktif di dunia akademisi tidaklah cukup untuk dijadikan media dalam mengasah kreatifitas dan potensi yang dimiliki. Hal ini menuntut dirinya untuk berpikir cerdik dan mengatur waktu, tanpa harus meninggalkan tugas kewajibannya sebagai seorang Mahasiswi.
“Dan mengikuti beberapa event perlombaan inilah cara saya mengasah kreativitas dan kemampuan yang saya miliki,” ujar mahasiswi ber-IPK 3.69 dengan kategori pujian ini.
Berkat keaktifannya mengikuti beberapa perlombaan, telah banyak prestasi yang ia sabet selama masa kuliah. Diantaranya adalah juara dalam lomba pidato Bahasa Arab, meliputi: Juara 3 antar mahasiswa se-Jawa Timur dalam event Mahrojan al-Fan al-Arabi di IAIN Madura (2017). Di tahun 2018, ia berhasil menyabet Juara 1 dalam event yang sama.
Sedangkan prestasinya dalam lomba pidato Bahasa Arab di tingkat nasional ialah Juara 2 dalam event festival Jazirah Arab di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (2018), Juara 3 dalam rangka al-Arabiyah lil Funun di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (2018), Juara Harapan dalam rangka Semarak Apresiasi Khazanah Arab (SAHARA) di UIN Gunung Djati, Bandung (2019), dan Juara Harapan dalam event Suka Arabic Fest di UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta (2019).
Kontributor: Ahmad Sanusi
Editor: Ibnu Abbas

