Image Slider

Diklatsar Banser Gapura Tekankan Pentingnya Menjaga Solidaritas dan Muruah Ulama

Gapura, NU Online Sumenep

Guna mengepakkan sayap kader-kader Nahdlatul Ulama (NU) yang militan dan memiliki dedikasi tinggi serta loyalitas dalam satu komando, Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Kecamatan Gapura menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) IV, mulai Kamis, (18/02/21), sampai Minggu kemarin (21/02/21). 

Bertempat di Yayasan Nurul Huda Desa Longos Kecamatan Gapura, peserta sebanyak 138 calon anggota Banser itu berasal dari sejumlah utusan atau perwakilan dari daerah lain, di antaranya: Pulau Sapudi, Kabupaten Pamekasan, Kecamatan Lenteng, Pasongsongan, Guluk-Guluk, Ganding, Pragaan, Batuputih bahkan ada yang dari Kalimantan Barat, tepatnya Pontianak. 

Antusiasme berbagai kalangan muda kader NU untuk ikut serta menjadi bagian dari perjuangan Banser dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan membumikan ajaran-ajaran Ahlussunah Wal Jamaah itu membuat pihak panitia pelaksana tergugah dan turut berbangga dengan semangat tersebut. Seperti dialami Marzuki, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Gapura.

“Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Harapan kami kepada kader Banser baik di dalam maupun di luar kecamatan Gapura adalah agar tetap terus bersinergi mengabdi kepada Nahdlatul Ulama dan negara. Di manapun berada, serta tetap menjaga martabat dan marwah organisasi,” ujarnya kepada NU Online Sumenep.

Ia menambahkan bahwa sejatinya berkhidmat di organisasi, lebih tepatnya di NU harus disertai dengan semangat bersolidaritas, Karena hanya dengan itu, organisasi bisa bergerak aktif dan progressif.  

“Semangat berorganisasi, termasuk di Banser, sejatinya dalam rangka menumbuhkan ukhuwah jam’iyah sebagai bentuk solidaritas,” sergahnya.

Lebih lanjut, Adanya Diklatsar IV ini selain untuk membangun korsa melalui perjuangan Jam’iyyah An-Nahdliyah juga sekaligus merekrut kader-kader militan yang memiliki dedikasi tinggi serta siap untuk berjuang dalam satu komando.

“Maka menjadi tugas penting bagi kita menjaga muruah ulama di tengah perkembangan zaman yang semakin maju serta hiruk-pikuk kemodernan yang semakin sulit untuk dibendung,” pungkasnya. 

Acara yang berlangsung selama tiga hari itu, terhitung sejak hari kamis lalu, di akhiri dengan proses pembaitan yang bertempat di Pantai Bintaro Desa Longos. Semua peserta dan panitia berkumpul guna mengikuti proses pengukuhan calon anggota Banser yang nantinya akan bertugas di daerahnya masing-masing. 

Hal senada juga disampaikan Kiai Qumri Rahman, Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Sumenep, bahwa sejatinya ikhlas menjadi modal utama dalam berjuang dan berkhidmat di Nahdlatul Ulama. Karena dengan itu, menurutnya, keikhlasan akan berdampak positif untuk kehidupan. Lebih-lebih untuk NU sendiri.

“Peserta Diklatsar senantiasa berkhidmat dengan sungguh-sungguh dan ikhlas berjuang membesarkan NU melalui Gerakan Pemuda Ansor,” ungkapnya menegaskan.

Lebih jauh, pihaknya juga menyampaikan bahwa selama satu periode kepemimpinannya ke depan, menargetkan seribu kader Banser yang dilahirkan tiap tahunnya. Hal ini mengingat karena Ansor maupun Banser menjadi organisasi kepemudaan yang banyak diminati kalangan pemuda.

Editor: Abdul Warits

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga