Image Slider

Gus Hasan: Kader PMII Ganding Harus Seperti Perisai

Ganding, NU Online Sumenep
Banyak cara yang dilakukan oleh warga pergerakan untuk mensakralkan Hari Lahir (Harlah) organisasi yang ia cintainya, salah satunya Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Asy’ariyah Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman (Stidar) Ganding yang memperingatinya dengan kegiatan yang bersifat pengembangan intelektual dan spiritual demi menunjukkan jiwa militansi dan pengamalan cita-cita para pendiri.

Kali ini pengurus harian sengaja mendatangkan seniornya yang saat ini aktif di Ikatan Alumni PMII Ganding, yakni Hasan El-Ma’ali atau panggilan akrabnya Gus Hasan. Tema yang diusung adalah ‘Ngaji PMII”, Rabu (7/4/2021) di kediaman Muzanni atau Presiden Mahasiswa (Presma) Stidar masa juang 2018-2020, tepatnya di Dusun Mandala Barat, Desa Gadu Barat. Tujuan dari kegiatan ini adalah membangun sinergitas antara para senior dan junior agar roda organisasi tetap berjalan sesuai relnya.

Dalam penyampaiannya, narasumber memberikan suntikan motivasi pada kader agar ghirahnya tidak kendor.

“Warga pergerakan harus mampu menopang segala hal yang ada. Jika tidak, maka nilai yang terkandung dalam logo PMII itu tidak bisa mereka implementasikan,” ujarnya Gus Hasan.

Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta tersebut memperjelas bahwa bentuk logo PMII berupa tameng yang diharapkan mampu menangkis berbagai macam hal yang bisa membahayakan umat.

“Begitulah fungsi perisai yang siaga dan kuat dalam menangkis isu-isu kekinian yang terkadang bisa meresahkan warga NU,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Muhtar menanyakan tentang bagaimana langkah seorang kader yang menjalankan nilai filosofi yang terkandung dalam logo PMII.

Mendengar pertanyaan tersebut, Ra Hasan menjawabnya. Menurutnya, seorang kader akan diuji militansinya terhadap organisasi dan ia akan mentransformasikan dengan gerakan keumatan.

“Kader harus faham dalam mengimplementasikannya pada realitas kehidupan yang sangat komplit dengan beragam warna,” sergahnya.

Sahawi juga tak ingin kalah, ia menyampaikan pertanyaan yang dirasa risih dan terlintas dalam pikirannya, yakni tentang kontestasi para kader agar berguna bagi generasi selanjutnya.

“Apakah nilai yang terkandung dalam Nilai Dasar Pergerakan (NDP) bisa disinkronkan dengan kontestasi tersebut, karena tidak sedikit para senior memberikan contoh yang demikian,” tanyanya dengan nada yang sedikit lantang.

Saat itu pula, pemantik pemateri menjawabnya dengan nada lembut. Ia mengutarakan bahwa hal itu merupakan tugas wajib dari seorang senior dalam mendistribusikan kadernya saat berkhidmat pada organisasi yang mereka cintai. Tujuannya agar spirit dan militansinya semakin tampak ketika diberi kepercayaan dan amanah oleh seniornya.

“Jika dijalani, pasti ada barakahnya. Jangan ragu dan mundur,” tandasnya.

Pewarta: Moh Ghalib Bafadlal
Editor: Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga