Ketika 01 Syawal 1443 H ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) berdasarkan sidang Isbat, seluruh umat Islam bergembira. Semua orang mengenakan baju baru guna menyempurnakan keceriaannya bersama sanak famili.
Dibalik keceriaan tersebut, bulan Syawal memiliki keistimewaan tersendiri, sehingga warga NU berlomba-lomba untuk mengimplementasikan beberapa sunnah nabi.
1. Puasa
Sebagaimana dalam hadits bahwa ganjaran bagi orang yang berpuasa di bulan Syawal seperti berpuasa selama 1 tahun.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعُهُ بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya : Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun. (HR Muslim)
2. Menyempurnakan Amalan
Beri’tikaf di masjid atau mushala merupakan penyempurna amalan di bulan Syawal. Artinya, seseorang bisa menggantikan ibadah i’tikaf yang terlewatkan saat bulan Ramadhan.
3. Menikah
Bulan Syawal merupakan bulan yang paling baik untuk melangsungkan pernikahan. Merujuk hadits yang diriwayatkan Bukhari-Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW menikahi Sayyidah Aisyah pada bulan Syawal.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي…. متفق عليه.
Artinya : Dari Aisyah RA ia berkata: Rasulullah SAW menikahi aku pada bulan Syawal dan menggauliku (pertama kali juga, pent) pada bulan Syawal. Lalu manakah istri-istri beliau SAW yang lebih beruntung dan dekat di hatinya dibanding aku? (Muttafaq ‘Alaih).
4. Silaturahim
Bersilaturahim dan bermaaf-maafan kepada orang tua, saudara, sanak famili, tetangga, guru, dan teman merupakan agenda penting di bulan Syawal. Banyak warga NU yang ada di luar Madura mudik ke kampung halaman guna menyambung tali silaturahim, menyambung tali asih, sehingga sesuatu yang putus bisa disambungkan kembali.
5. Melanjutkan Amal Ibadah Sunnah
Selama bulan Ramadhan, umat Islam sering melaksanakan shalat sunnah, seperti shalat tahajud. Di bulan Syawal pun Nabi menganjurkan untuk tidak meninggalkan ibadah sunnah agar kebiasaan itu terus terjaga. Sebagaimana Firman Allah SWT.
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَاماً مَحْمُوداً
Artinya : Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. (QS. Al-Isra’ [17]: 79)
6. Membaca Takbir
Umat Islam disunnahkan membaca takbir saat malam Idul Fitri sejak matahari tenggelam sampai pada hari akhir bulan Ramadhan sampai datangnya imam shalat Idul Fitri. Membaca takbir menjadi ungkapan syukur bahwa seseorang telah berhasil melewati puasa Ramadhan.
Anjuran pembacaan takbir ini berlandaskan pada Firman Allah.
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya : Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al-Baqarah: 185).

