Lenteng, NU Online Sumenep
Jika merujuk pada pesan Rasulullah SAW, para orang tua dan guru sesungguhnya tidak perlu khawatir dengan perkembangan dan perubahan zaman yang terjadi saat ini. Kuncinya, para orang tua dan guru harus membekali putra-putri mereka sejak dini dengan Al-Qur’an dan sunnah nabi.
Berangkat dari hal itu, Mushalla Al-Muttaqin Lembung Barat, Lenteng mengadakan kegiatan rutin mingguan berupa Kompolan Tadarus Al-Qur’an, Jum’at (10/12/2021) malam. Untuk malam ini, kompolan diletakkan di rumah bapak Ahmad di Dusun Daja Songai.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri Mushalla Al-Muttaqin, masyarakat sekitar, dan simpatisan setempat.
Pengasuh Mushalla Al-Muttaqin, KH Sunnatullah menuturkan bahwa, adanya kegiatan ini sebagai upaya untuk mencetak generasi Qur’ani.
“Generasi Qurani adalah generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup mereka, meyakini kebenarannya, membaca, menghafal dan memamahinya dengan benar dan baik, serta mengamalkan dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Generasi itulah yang menjadi idaman bagi umat Islam, kapan dan di mana pun mereka hidup dan berada. Dengan Al-Quran ini juga Rasulullah SAW berhasil mencetak sebuah umat yang kuat aqidahnya, benar ibadahnya, dan baik akhlaknya serta tinggi peradabannya. Inilah generasi Qur’ani,” tuturnya saat dimintai keterangan oleh reporter NU Online Sumenep.
Beliau juga menambahkan, maju mundurnya umat Islam sangat tergantung dari pada jauh dekatnya umat dengan kitab sucinya, Al-Qur’an. Jika umat Islam benar-benar menjadikan Al-Quran sebagai pedoman, niscaya umat akan maju, cerdas, jaya, dan sejahtera.
“Al-Quran akan menuntun kita agar selamat dan sukses di dunia dan akhirat. Sebaliknya jika umat Islam jauh dari pedoman tersebut, maka kemunduranlah yang akan dialami. Bahkan hidupnya di dunia akan sempit dan sengsara di akhirat,” imbuhnya.
Dikesempatan yang sama, Wakil Pengasuh Mushalla Al-Muttaqin, Kiai Safrawi berharap agar anggota kompolan terus bisa aktif dan berpartisipasi dalam kegiatan yang sifatnya mingguan.
“Salah satu cara mengembalikan kejayaan umat adalah warga menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Upaya ini harus kita galakkan kepada masyarakat, terutama kepada generasi muda,” tuturnya.
Kepala Madrsah Ibtidaiyah (MI) Nurul Yaqin Lembung Barat, Lenteng itu juga mengatakan bahwa bagaimanapun dahsyatnya pengaruh Barat untuk merusak generasi Islam, tidak akan terpengaruh disebabkan karena Al-Qur’an saat dibaca, dihafal, dan diamalkan.
“Maka sudah seharusnya kita berlomba-lomba mencetak generasi yang mampu meniti jalan gelap dunia dengan pedoman yang terang-benderang menuju ridha Allah yaitu Al-Qur’an, mengajar dan mendalaminya adalah benar dan tepat. Berlomba mencetak tunas muda dengan Al-Qur’an sebagai akhlak mereka, ideologi, shiraat (jalan) yang harus ditempuh adalah kebutuhan dan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Pewarta: Lukmanul Hakim
Editor: Firdausi

