Gapura, NU Online Sumenep
Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan (KSPP) Syariah Baitul Maal Wa at-Tamwil Nuansa Umat (BMT NU) Jawa Timur terus melakukan inovasi dalam mewujudkan kemandirian ekonomi warga NU. Salah satunya dibuktikan dengan pengembangan infrastruktur.
Selain terus mendirikan kantor cabang di berbagai daerah, lembaga ekonomi yang didirikan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura itu juga baru saja meresmikan Gedung II Kantor Pusat BMT NU Jawa Timur, Jum’at (17/9/2021).
Direktur Utama KSPP Syariah BMT NU Jawa Timur H. Masyudi Kanzillah mengatakan bahwa pembangunan gedung II itu menghabiskan dana sebesar 2,8 Miliar Rupiah. Dengan estimasi waktu pengerjaan kurang lebih 9 bulan.
“Angka pastinya kami belum mendapatkan laporan dari panitia. Karena pengerjaannya baru selesai tadi malam sekitar pukul 21:00 WIB. Tetapi terakhir laporan yang masuk, pembangunan telah menghabiskan dana sekitar 2,8 Miliar,” ungkap beliau saat diwawancarai NU Online Sumenep usai seremonial acara.
Gedung tiga lantai dengan dominasi warna hijau itu dibangun untuk menampung pengelola pusat yang semakin meningkat. Menurut Yudi, sapaan akrabnya, gedung tersebut akan digunakan untuk ruang kerja Direktur Utama, dan Jajaran Direktur dan Divisi (Direksi). Sementara bagian staff tetap menggunakan gedung lama yang terletak di sebelah utara.
“Gedung ini kami bangun untuk lebih banyak menampung para pengelola. Karena seiring perkembangan BMT NU dan meningkatkan jumlah cabang baru, mengharuskan kami membangun gedung II ini,” imbuhnya.
Wakil Bendahara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep itu berharap dengan diresmikannya gedung baru kantor pusat KSPP Syariah BMT NU Jawa Timur akan semakin memberikan pelayanan maksimal dan terbaik kepada masyarakat.
Menyambut usia satu abad NU, dirinya menargetkan akan mendirikan 100 kantor cabang di tahun 2024. Kemudian juga akan terus berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang notabene merupakan warga NU.
“Ini kita istilahkan Lasisma (Layanan Berbasis Jamaah),” ungkap Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo itu.
Sampai saat ini jumlah keseluruhan cabang sebanyak 76. Ditargetkan bulan depan meresmikan 9 kantor cabang baru. Sehingga di tahun 2021 ini, jumlah cabang mencapai 80 lebih.
Dirinya pun mengajak kepada warga NU untuk bersama-sama melakukan gerakan kemandirian ekonomi. Karena dengan mewujudkan kemandirian ekonomi warga NU, menurutnya akan bermuara kepada kemandirian NU secara kelembagaan.
“Ini selaras dengan apa yang dicita-citakan para Muassis terdahulu. Dibuktikan dengan embrio lahirnya NU melalui Nahdlatuttujjar, kebangkitan para saudagar,” terangnya.
Peresmian Gedung II Kantor Pusat KSPP Syariah BMT NU Jawa Timur itu dilakukan secara simbolik dengan pemotongan tumpeng dan pengguntingan melati oleh Rais PCNU Sumenep, KH. Hafidhi Sarbini.
Sementara itu, Ketua PCNU Sumenep, KH. A. Pandji Taufiq dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini sudah sangat banyak lembaga keuangan dengan label syariah.
“Maka BMT NU harus ada nilai tawar lebih yang mampu menjadi solusi bagi semua elemen masyarakat,” pintanya.
Di akhir sambutan, Kiai Pandji mengucapkan selamat atas diresmikannya gedung baru tersebut. Seraya berharap agar semua pengelola semakin meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, serta selalu diberikan keselamatan oleh Allah SWT.
Hadir dalam acara itu jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Sumenep, MWCNU Gapura, Dewan Syariah, Pengawas, Direksi dan Manager Area KSPP Syariah BMT NU Jawa Timur, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) dan Mitra Kelembagaan BMT NU serta tetangga sekitar.
Editor: A. Habiburrahman
.

