Kota, NU Online Sumenep
Indonesia sejak awal telah menegaskan dan menyatakan sikap atas dukungannya kepada Palestina. Hingga agresi militer yang baru-baru ini dilakukan Israel ke Palestina mampu menyita perhatian banyak orang. Bahkan tidak sedikit yang mengecam atas kebiadabannya.
Banyaknya korban yang berjatuhan dari konflik Pelastina-Israel itu, membuat sejumlah pihak tergerak untuk menggalang donasi demi meringankan beban ekonomi warga Palestina yang sedang diporak-porandakan oleh Zionis Israel.
Namun demikian, setelah KH. Marzuki Mustamar, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, kini KH. Abdul Hamid Ali Munir, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep juga mengimbau kepada masyarakat untuk selektif dan berhati-hati dalam berdonasi.
Dikutip dari NusaDaily.com, Senin (24/5/2021), Kiai yang akrab disapa K. Hamid ini meminta agar masyarakat Sumenep waspada dalam menyalurkan bantuannya untuk Palestina. Baik secara langsung, melalui lembaga donasi, maupun via transfer.
“Karena sekarang banyak pihak yang mengambil kesempatan dalam kesempitan, berkedok bantuan tapi bantuan tidak sampai. Kabarnya bantuan untuk masuk ke Palestina itu sulit, jadi harus kenali betul lembaga penyalurnya,” tegas A’wan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Rubaru itu.
Selain itu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan bahwa Palestina sebagai negara yang berdaulat pernah berjasa saat Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tahun 1945 silam.
Karena itu menurutnya penjajahan terhadap Palestina harus segera diakhiri. Karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan sebagaimana yang terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
“Dari mushalla ke mushalla, masjid ke masjid, mari kita doakan terus saudara kita di Palestina agar diberikan kesabaran. Karena hanya itu yang paling efektif yang bisa kita lakukan,” pungkas Kiai Hamid.

