Pragaan, NU Online Sumenep
Kabar duka kembali menimpa warga NU Sumenep. Khususnya di Kecamatan Pragaan. Salah seorang Kiai Wakil Katib Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Kiai Khairullah Misyar wafat, pagi tadi, Rabu (7/7/2021), sekitar pukul 03:00 WIB.
Sebelumnya Kiai Khairullah Misyar mengidap penyakit tipes. Sementara jenazah akan dikebumikan di kompleks pemakaman Pondok Pesantren Al-Qararul Makien Cecce’ Laok, Prenduan, Pragaan Sumenep. Hal ini dibenarkan oleh Kiai Muhammad Tibyan.
“Ya, kabar tersebut benar adanya. Pada pagi ini, turut hadir Rais dan Ketua MWCNU serta Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Prenduan. Karena semasa hidupnya, almarhum sangat aktif di berbagai kegiatan NU yang bersifat diniyah atau pun ijtimaiyah,” tutur Wakil Pengasuh Al-Qarorul Makien Prenduan itu.
Kiai Tibyan mengutarakan bahwa selain aktif di NU, almarhum merupakan salah seorang tenaga pendidik di lembaga pendidikan yang beliau asuh bersama ayahnya.
“Selain beliau aktif di NU, almarhum salah satu tenaga pendidik senior di lembaga kami,” ungkap Kiai Muda yang juga pengurus Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep itu.
Sementara itu, Rais MWCNU Pragaan, KH. Zarkasyi Abdurrahim, menceritakan bahwa sosok almarhum merupakan teladan di NU. Sebab pengabdiannya sangat luar biasa. Hal ini dilihat dari semangat almarhum saat menghadiri acara sidang Bahtsul Masail di MWCNU maupun di PCNU.
“Rasanya tanpa beliau kurang lengkap di sidang bulanan. Pasalnya, jawaban ia berikan sangat detail dan tekstual. Selain itu, kehampaan ini akan terasa di acara rutinan PRNU Prenduan. Karena beliau sering memimpin pengajian kitab Sullam Taufiq Ila Mahabbatillah ‘ala al-Tahqiq setiap minggu dua kali,” ungkap beliau.
Almarhum yang juga Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo dan Pondok Pesantren Sidogiri ini sangat aktif sekali hadir di acara mingguan di Ranting NU. Bahkan tak segan-segan mengkader dan menegor salah satu anggota saat salah membaca kitab tersebut.
“Usia pengajian kitab, kebiasaan beliau tidak langsung beranjak pulang. Tetapi ia sempatkan untuk jagungan atau melanjutkan diskusi dengan sebagian pengurus yang belum pulang. Yang kami tau, walaupun dalam keadaan kurang fit, beliau paksakan hadir ke acara NU. Mestinya generasi muda NU harus belajar kepada kegigihan sosok Kiai Khairullah,” tuturnya
Di kesempatan yang berbeda, Ketua MWCNU Pragaan, KH Ahmad Junaidi Mu’arif yang ikut hadir ke pemakaman ikut berbela sungkawa atas wafatnya teman terbaiknya.
“Saat wafatnya KH Ahmad Nawawi Abdul Jalil, almarhum istiqamah mengirimkan doa pada gurunya yang kami pusatkan di mushola kami. Semoga beliau berkumpul dengan guru-gurunya,” pungkasnya.
Editor: Firdausi

