Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Berdasarkan sistem pendaftaran izin operasional pendirian pesantren tahun 2023 yang dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis), Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep KH A Pandji Taufiq menegaskan bahwa pihaknya tidak ada maksud mempersulit memberikan surat rekomendasi. Karena surat itu bisa dikeluarkan bilamana datanya benar-benar faktual.
Berangkat dari problem ini, ia mengimbau kepada seluruh pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Sumenep untuk mengecek data, seperti jumlah santri, dan lain sebagainya sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 30 Tahun 2020 tentang pendirian dan Penyelenggaraan Pesantren yang mewajibkan seluruh pesantren yang telah didirikan maupun yang akan didirikan memiliki tanda daftar dari Kementerian Agama.
“Sebelum menerbitkan surat itu, mohon di cek terlebih dahulu datanya, khawatir data tersebut fiktif. Misal, jika kita mengeluarkan surat itu, kemudian data itu salah, yang menjadi taruhannya adalah nama besar NU,” ucapnya di sidang komisi tanfidziyah Bahtsul Masail PCNU yang dipusatkan di Pondok Pesantren Puncak Babus Salam Dusun Masaran, Desa Payudan Dundang, Guluk-Guluk, Sumenep, Ahad (10/09/2023).
Menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2023, ia mengajak kepada seluruh pengurus NU dan elemen yang lainnya untuk merapatkan barisan serta memohon keselamatan. Karena di tahun 2024, warga akan menghadapi pemilihan umum presiden dan wakil presiden (Pilpres) serta pemilihan kepala desa serentak pada tahun 2025.
Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk menyatakan, momen Pilpres dan Pilkades rentan terjadi gesekan di akar rumput. Oleh karenanya, ia mengajak pada warga NU menguatkan ukhuwah an-Nahdliyah. Karena kesolidan adalah sarana pengabdian pada jam’iyah.
“Mari kita semarakkan HSN secara serentak dengan kegiatan-kegiatan yang konkrit, seperti melatih kader memproduksi pupuk organik, memberikan layanan kesehatan, menekan angka stunting, dan menguatkan nilai-nilai nasionalisme pada warga, khususnya generasi muda,” harapnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris PCNU Sumenep Zainul Hasan mengimbau pada pengurus agar kegiatannya tidak berkutat pada kegiatan keagamaan saja. Diakui atau tidak, kegiatan sosial kemasyarakatan masih lemah. Padahal kegiatan tersebut manfaatnya benar-benar terasa dan menjawab kebutuhan warga.
Di abad kedua ini, kata dia, dirinya mengajak untuk menghadirkan NU lewat kegiatan yang konkrit, seperti pelayanan kesehatan, ekonomi,.lingkungan hidup, pengembangan pertanian, yang mestinya digenjot oleh pengurus, sehingga keberadaan NU benar-benar terasa di mata warga.
Angin segar juga diutarakan oleh Zainul Hasan, bahwa Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) yang dulu dihentikan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), kini sudah diperkenankan dilaksanakan kembali. Bagi yang belum pernah menghelat, ia mendorong untuk melaksanakannya. Karena pendidikan ini merupakan kewajiban dan syarat utama saat akreditasi MWCNU.
“Sebagaimana disampaikan oleh ketua panitia HSN KH Abd Wasid, di Bulan Oktober banyak rangkaian HSN yang akan dilaksanakan secara serentak. Kami berharap kegiatan ini dilaksanakan secara satu komando. Karena satu komando sebuah keniscayaan yang terus dibangun di tubuh jam’iyah hingga akhir zaman,” ungkapnya kepada NU Online Sumenep, Kamis (14/09/2023).
Editor: A Zubairi Karim

