Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Latee Guluk-Guluk, KH Abd A’la Basyir mengatakan, salah satu nilai-nilai yang sejak dulu diajarkan oleh muassis kepada santri adalah cinta lingkungan.
“KH Abdullah Sajjad dan KH Ahmad Basyir banyak menanam pohon kelapa dan pohon lainnya. Jika kami kontekstulisasikan di masa kini, menekan angka plastik di pesantren. Termasuk di acara ini santri tidak diperkenankan membawa botol dan tas plastik,” ungkapnya di acara Peringatan 1 Abad Annuqayah Latee di pesantren setempat.
Selain itu, sejarah mencatat bahwa masyayikh pendahulu suka silaturrahim, membaca shalawat Burdah, dan mengaji kitab kuning, seperti Bidayatul Hidayah dan lain sebagainya. Terutama beliau cinta pada fikih sufistik/tasawuf.
“Alhamdulillah, sampai saat ini santri mengamalkan nilai-nilai tersebut. Misalnya santri mengaji kitab turats, mengamalkan dalam kesehariannya dan melaksanakan ibadah-ibadah lainnya sambil berkhidmah kepada kiai,” ujarnya kepada alumni dan simpatisan yang ditayangkan di kanal youtube Annuqayah Latee diakses NU Online Sumenep, Kamis (11/08/2023).
Diceritakan oleh Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini, almaghfurlah KH Ahmad Basyir mengasuh santri mengaji Al-Quran sejak pukul 03.00 Wib. Saking tawadhunya, beliau memanggil istrinya (Ny Hj Ummamah) dengan sebutan ning.
“Anak-anakku, semakin tinggi ilmunya, semakin tawadhu. Mengamalkan nilai-nilai leluhur pesantren di lingkungan pesantren atau pun di tengah-tengah masyarakat, berarti kalian benar-benar meneladainya. Ingat, akhlak yang sedikit jauh diperlukan dibanding dengan ilmu yang tanpa akhlak,” tutur Kiai A’la.
Beliau menceritakan, KH Ahmad Basyir tidak sekedar seorang ulama yang alim, beliau memiliki segudang pengalaman yang luas. Sebut saja di bidang wirausaha dan dan bangunan (tukang).
“Sewaktu masih kecil, saya melihat langsung beliau menyusun batu bata saat membangun kamar mandi. Demikian pula, saat mesin rusak, beliau yang memperbaikinya. Untuk menghidupi keluarga, beliau berdagang,” kenangnya.
Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini menyampaikan, pihaknya mendapat kabar dari salah satu keluarga yang menceritakan bahwa salah salah alumni dirawuhi KH Ahmad Basyir dan Ny Hj Ummamah lewat mimpi.
“Beliau mengundang seluruh alumni untuk hadir ke acara peringatan 1 Abad Latee, karena yang punya gawe adalah Kiai Ahmad Basyir. Artinya, kehadiran kalian di sini berarti memenuhi undangannya,” tegasnya.
Menurutnya, mimpi itu isyarat dan istighotsah ini penting digelar. Lewat istighotsah ini bisa meminta pertolongan kepada Allah agar diberi kemampuan untuk melanjutkan nilai-nilai yang diwariskan KH M Asy-Syarqawi, KH Abdullah Sajjad dan KH Ahmad Basyir.
“Alhamdulillah, istighotsah ini murni empati masyarakat dan alumni. Semoga senantiasa diberkahi Allah,” doanya.

