Suatu hari, ketika menjabat ketua PWNU Jawa Timur, Almaghfurlah KH. Hasyim Muzadi menyuruh stafnya, Zaini untuk membeli rokok Surya 16.
Berangkatlah pemuda asal Madura itu mencari toko di sekitar Jl. Darmo 96 Surabaya untuk membeli rokok Surya 16.
Rupanya di toko itu tidak ada Surya 16, yang ada hanya Surya 12. Tanpa pikir panjang, dia langsung membeli Surya 12 dan empat batang Surya eceran, sehingga lengkap jadi 16.
Dia segera kembali ke kantor dan menyerahkan rokok itu, sebungkus Surya 12 dan empat batang Surya eceran.
“Mana Surya 16-nya?” tanya Kiai Muzadi.
“Surya 16 sedang kosong, Kiai. Maka saya belikan sebungkus Surya 12 tambah empat batang Surya eceran,” jawab Zaini polos.
“Hahaha,” tawa Kiai Muzadi.
Diambil dari buku “Menristek Kalah Sama Santri Madura”, kumpulan Humor Santri dan Kiai, karya Moh. Fathor Rois, Pengurus Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) PCNU Sumenep.

