Siapa yang tidak kenal dengan KH Ahmad Bahauddin atau disapa Gus Baha yang ahli di bidang ilmu tafsir. Di setiap ceramah keagamaannya, Kiai asal Rembang, Jawa Tengah itu membumbuinya dengan humor khas santri. Salah satunya saat berkunjung ke Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.
Gus Baha menceritakan kenangan terburuknya saat baru menjadi kiai. Suatu ketika, datanglah guru Sekolah Dasar (SD). Tujuannya untuk memecahkan permasalahan besar. Kemudian ia bertanya.
Guru SD : Gus, boleh ngak membuka soal ujian nasional yang sudah di segel.
Pertanyaan tersebut mendapat respon dari beberapa guru. Mereka menjawab dengan kompak bahwa membuka soal ujian nasional sangat dilarang. Karena perbuatan tersebut adalah kiriminal.
Di saat yang sama, ada satu guru yang membuat analogi lumayan kacau. “Boleh saja. Wong orang ujian di kuburan dibocorkan oleh kiai. Ngak apa-apa,” tegasnya, sontak para jamaah tertawa terbahak-bahak.

