Batang Batang, NU Online Sumenep
Forum Mahasiswa Desa Indonesia (FMDI) sukses melaksanakan deklarasi di Pendopo Kecamatan Batang Batang pada Selasa, (01/06/2021). Kegiatan yang juga dikemas dengan halal bihalal kebangsaan ini juga menggelar diskusi dengan tema “Peran Mahasiswa Desa dalam Meneguhkan Ideologi Bangsa Di tengah Tantangan Ideologi Transnasionalisme”
Panitia mendatangkan dua pemateri untuk membahas tuntas tema ini yaitu Kiai A. Dardiri Zubairi, kiai sekaligus aktifis sosial keagamaan dan Ustadz Khalqi Kr sebagai pemateri kedua.
Ustadz Khalqi Kr mengakui bahwa yang harus diwaspadai oleh masyarakat adalah gerakan yang merongrong kekuasaan negara. Gerakan tersebut menggunakan instrumentalisasi agama sehingga mereka memahami agama secara parsial. Sepertinya jihad yang diharuskan untuk berperang.
“Padahal di NU mengabdi di desa, mengabdi di masyarakat, mengabdi di Madrasah itu termasuk jihad. Jadi tidak perlu berperang kemana-mana,” ungkap pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua MWCNU Gapura ini.
Ia secara tegas mengatakan sekalipun organisasi organisasi yang bertentangan dengan Pancasila sudah dibubarkan tetapi embrio embrionya akan tetap bermetamorfosis. “Jadi pemikiran itu akan terus berkembang,” jelasnya.
Sementara itu, Kiai Dardiri lebih spesifik mengatakan bahwa Pancasila sebenarnya sudah bertarung dengan ideologi ideologi dunia ketika itu.
“Walaupun zakat diurus oleh negara, nikah diurus oleh negara tetapi negara Indonesia bukan negara agama tapi juga bukan negara sekuler. Jadi Pancasila tidak boleh diganti. Ini yang disebut oleh Gusdur sebagai negara bukan bukan,” jelas Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Sumenep tersebut.
Dirinya juga mengatakan bahwa sebenarnya nilai nilai Pancasila itu tercermin dalam kehidupan masyarakat desa. Beliau mengakui jika berguru kepada orang orang desa. Karena, menurutnya, mahasiswa paling tidak harus tahu tentang peta geopolitik desa.
Editor : Ibnu Abbas

