Image Slider

Kiai Qumri: Ansor Pantas di Mana Saja

Pragaan, NU Online Sumenep

Kiai Qumri Rahman, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep mengatakan, secara faktual, Ansor pantas ada di mana-mana. Baik di bidang kesehatan, keamanan, keagamaan, dan sebagainya.

Penegasan ini disampaikan saat memberi sambutan pasca pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Pragaan masa khidmat 2022-2024 di Aula KH Ahmad Basyir Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Arrahmah Jaddung, Pragaan, Sumenep, Sabtu (29/10/2022).

Diceritakan, dirinya pernah tidak lulus ikut tes penyuluh agama. Berselang kemudian, ia diminta mengisi pelatihan selama dua hari secara berturut-turut. Selain itu, dirinya pernah menjadi juri baca kitab kuning yang pesertanya Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Sumenep.

“Pada saat itu, kami ditanya oleh salah satu Kasi, bukannya kamu pernah ikut tes-tesan? Kenapa kok tidak bilang pada saya saja, agar kami luluskan,” kenangnya.

Lebih lanjut, alumni Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan itu menyatakan, dirinya tidak menunjukkan kehebatannya sebagai juri baca kitab kuning, tetapi menunjukkan bahwa Ansor dibutuhkan oleh siapapun dan kapanpun dibutuhkan.

Di masa Covid-19 menggurita di Jawa Timur, lanjutnya, ia ditelepon oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumenep agar Ansor ikut serta memandikan dan merawat jenazah covid. Saat itu, ia instruksikan pengurus Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) untuk membantu tenaga kesehatan.

“Dari beberapa kisah ini bahwa Ansor dibutuhkan oleh siapapun, termasuk Polres Sumenep yang sering menghubungi kami soal pengamanan dan Narkoba. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) selalu siaga mendampingi polisi. Sedang Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) menjadi badan intelejen Polri untuk melacak daerah-daerah yang banyak menggunakan Narkoba,” terangnya.

Kiai Qumri menyatakan, tujuan pengurus bukan kader yang banyak, tetapi tujuan utamanya adalah pertolongan Allah bersama komunitas dan kekompakan dari kader Ansor yang banyak. Sebagaimana data yang dikantonginya, seluruh pengurus Pimpinan Ranting (PR) se-Sumenep berjumlah 1685, lain lagi anggotanya yang belum dihitung.

“Dulu pendahulu kita berangkat duluan saat genderang perang dikumandangkan. Ia ingin mati syahid. Karena pertolongan Allah bersama komunitas yang banyak. Oleh karenanya, kader harus meneladani para pendahulu. Jika demikian, kesuksesan akan menyertainya.,” paparnya.

Mantan Ketua MDSRA Sumenep itu menjelaskan, ciri khas Ansor adalah maju dalam satu barisan. Dengan demikian, kader terus bergerak sebagaimana konsep yang ditawarkan oleh Sulthanul Auliya Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, mujhadah atau bergerak cara terbaik dalam berdakwah.

“Seragam bukan hanya ada di luar, tetapi sampai ke hati. Pribahasa yang disampaikan dalam sambutannya Sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan bagian dari introspeksi. Teruslah yakin, karena dengan keyakinan keinginan akan tercapai. Ingat, kader tidak kembali pulang sebelum kita yang menang,” tandasnya.

Editor: Ach Khalilurrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga