Giliraja, NU Online Sumenep
Maraknya santri di Giliraja yang belajar seni bela diri mendapatkan perhatian serius dari pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Giliraja. Terkait hal ini, pengurus berinisiatif mewadahi hobi mereka dalam organisasi Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa, dengan merangkul perguruan silat yang ada di Pulau Giliraja.
Pengurus berharap agar mereka para santri berada dalam pengawasan pihak pesantren yang notabeni adalah pengurus Nahdlatul Ulama di Pulau Giliraja.
Untuk mewujudkan impian tersebut, Pengurus MWCNU Giliraja melakukan silaturahmi dan konsolidasi bersama Pengurus Pimpinan Cabang (PC) PSNU Pagar Nusa Sumenep, sebagai upaya untuk melakukan penyegaran kepengurusan PSNU Pagar Nusa di Giliraja yang sekian lama vakum dan banyak ditinggal oleh pengurusnya dalam beberapa tahun terakhir. Silaturahmi ini diselenggarakan di Pesantren Nurul Huda, Banbaru, Giliraja, Sabtu (5/12/2020).
Dalam kegiatan yang difasilitasi oleh MWCNU Giliraja tersebut, Ketua PC PSNU Pagar Nusa Sumenep, K. Abd. Mu’ies Ali Wafa membeberkan kondisi Pagar Nusa Sumenep yang mengalami pasang surut. Ia berharap agar NU dan Pondok Pesantren ikut andil dalam menghidupkan budaya leluhur berupa pencak silat dengan tetap menanamkan nilai-nilai akhlaqul karimah.
“Ulama terdahulu, para kiai dan termasuk juga wali songo, di samping mereka mumpuni dalam ilmu agama, mereka juga ahli dalam hal kanuragan serta pencak silat. Sudah selayaknya kita melestarikan seni bela diri untuk membentengi para kiai, khususnya kiai NU dalam menjalankan dakwah di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya saat memberikan sambutan
Pada kesempatan yang sama, Ustadz Ach. Fauzan juga mengajak warga nahdliyyin di Giliraja agar melestarikan budaya leluhur berupa seni bela diri. Dirinya menuturkan kondisi santri yang belajar seni bela diri secara mandiri dengan mendatangi seorang yang dianggap punya keahlian silat atau bela diri.
“Kondisi ini dikhawatirkan santri menjadi liar karena tanpa adanya pengawasan. Kami mengajak kepada para calon Pengurus PSNU Pagar Nusa di Giliraja untuk membimbing serta mengarahkan kegiatan bela diri di Pulau Giliraja dalam bingkai wadah an-Nahdliyah,” tegas Ketua MWCNU Giliraja ini.
Acara tersebut kemudian dipungkasi dengan musyawarah pemilihan Ketua PAC PSNU Pagar Nusa Giliraja. Secara aklamasi, Ustadz Fadhlan Afif terpilih untuk menakhodai PAC PSNU Pagar Nusa Giliraja masa khidmah 2021-2026.
Kontributor: Kurdianto
Editor: A. Habiburrahman

