Gapura, NU Online Sumenep
Memasuki musim pancaroba, penyakit lebih rentan terjadi, utamanya menimpa kepada mereka yang secara gizi dan imun tidak stabil. Karenanya, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Gapura melakukan turba ke Pengurus Anak Ranting (PAR) Fatayat Dik Kodik Desa Gapura Timur, pada Minggu (6/12).
Acara yang ditempatkan di Mushalla Al-Furqan Dusun Dik Kodik Desa Gapura Timur ini dikemas dengan Sosialisasi Penanggulangan Penyakit di musim pancaroba yang langsung diisi oleh dr. H. Slamet Riadi, M.H. selaku Ketua LKNU MWC NU Gapura.
Dihadapan seluruh Pengurus dan Anggota Fatayat yang hadir, dr. Slamet menyampaikan agar selalu mawas diri dengan berbagai macam jenis penyakit yang mewabah. Seperti; Demam Berdarah, Ispa dan Diare.
Untuk itu, pihaknya menekankan betapa pentingnya gerakan 3 M Plus. Sebagai upaya penanggulangan penyakit yang mewabah itu. Sebab nikmat sehat, tanpa penyakit, merupakan anugerah Allah SWT yang utama.
“Pertama, menguras. Lakukanlah minimal satu kali dalam seminggu menguras tempat penampungan air,” tutur beliau.
Menguras airpun, tambah beliau tidak cukup hanya sebatas menggantikan air yang lama dengan yang baru. Tetapi juga harus memastikan dinding tempat penampungan air tersebut bersih. Karena telur nyamuk Aedes Aegypti dapat menempel dengan cukup kuat pada dinding penampungan air.
“Kedua, Menutup. Setelah menguras tempat air, jangan lupa menutup tempat-tempat penyimpanan air, jangan lupa menutup tempat penyimpanan air di sekitar anda. Hal ini dapat mencegah nyamuk untuk bertelur,” pintanya sembari menerangkan berbagai tahapan.
Kemudian, ketiga, Menyingkirkan/Mendaur Ulang. Barang-barang bekas yang kemungkinan dapat menampung sisa-sisa air hujan dan genangan air lain sebaiknya disingkirkan agar tidak menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk.
Beliau yang juga merupakan Dokter di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Gapura ini, juga menambahkan langkah-langkah pencegahan Demam Berdarah (DBD). Seperti halnya menaburkan bubuk Larvasida (bubuk Abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.
“Menggunakan obat anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, menaruh ikan dipenampungan air dan menanam tanaman pengusir nyamuk, merupakan langkah-langkah yang harus kita lakukan agar tidak terjangkit penyakit yang sangat berbahaya ini,” pintanya kepada seluruh hadirin.
Selain menjelaskan langkah-langkah antisipatif dari perspektif medis, dr. Slamet juga mengajak kepada seluruh Pengurus dan Anggota Fatayat yang hadir untuk juga mendekatkan diri kepada Allah SWT agar senantiasa selalu diberikan nikmat sehat dan dijauhkan dari segala macam penyakit yang berbahaya.
“Perbanyak membaca Shalawat Syifa’, sebagai salah satu ikhtiar kita kepada Allah SWT agar selalu diberi kesehatan dan dihindarkan dari berbagai macam dan jenis penyakit,” ujar beliau sebelum mengakhiri penjelasan.
Pewarta: Aribuddin Maliki
Editor: Ibnu Abbas

