Image Slider

Musker III NU Pragaan, Berikut Hasil Putusan Sidang

Pragaan, NU Online Sumenep

Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, gelar Musyawarah Kerja (Musker) ke III dengan tajuk ‘Konsolidasi Organisasi Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama’, Ahad (28/11/2021) di mushala Kiai Abd Warits Anwar, tepatnya di Pondok Pesantren Nurul Huda Pakamban Laok.

KH Asy’ari Khatib yang didaulat sebagai pemimpin sidang pleno, mempersilahkan kepada masing-masing lembaga untuk melaporkan kinerjanya di tahun ke II dan mempresentasikan rancangan kerja di tahun ke III.

Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) Pragaan, Kiai Moh Hasan Basri mengatakan, program di tahun ketiga tidak jauh beda dengan tahun kedua. Yakni, menerbitkan hasil sidang bahtsul masail ke 15 Ranting NU dan membukukannya.

“Kami akan berusaha untuk menginventarisir hasil Bahtsul Masail dalam 1 tahun. Mohon doanya agar tahqiqul ibarah bisa diselesaikan oleh dewan mushohih,” katanya saat mengawali presentasinya.

Berbeda dengan Khoirurrahman, Sekretaris Lembaga Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Pragaan, juga menyatakan demikian, bahwa program di tahun ketiga akan mengoptimalkan program sebelumnya. Yakni, melengkapi data pesantren yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.

“Sebelum dilaksanakan Bahtsul Masail antar pesantren, di tahun ke-2 ada 16 pesntren yang terdata. Kemudian, kami akan bekerja sama lagi dengan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif guna merealisasikan halaqoh tadarus kitab antar pesantren,” tutur santri Ma’had Aly Al-Ihsan Jaddung itu.

Sedangkan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pragaan yang disampaikan oleh Qusyairi akan mensakralkan Lailatul Ijtima dan menyemarakkan kegiatan hari-hari besar Islam.

“Kami akan melanjutkan program di tahun kedua, yaitu memassifkan gerakan shalat berjamaah maghrib dan mengaji di langgar, juga melakukan pendampingan ke setiap perkumpulan Ranting NU serta melakukan khatmil Qur’an setiap bulan Ramadhan bersama pengurus ranting,” ungkapnya.

Dilanjutkan, pihaknya akan melaksanakan pembinaan manasik dan sirotul haj jikalau pemerintah meberlakukannya lagi. “Program terbaru kami adalah labelisasi stiker NU di rumah dan kendaraan bermotor,” terangnya menggebu-gebu.

Sementara Kiai Hasbullah Marzuq selaku pembina NU Care – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pragaan akan mengoptimalkan gerakan semen untuk bedah rumah dhuafa, perbaikan mushala, dan beberapa fasilitas umum seperti perbaikan jembatan.

“Kami menjaring kembali beberapa aghniya dan simpatisan atau donatur NU, serta bekerja sama dengan Baitul Maal wa Tamwil Nuansa Umat (BMT NU) untuk membuka rekening baru bagi donatur baru. Hal terpenting adalah memanfaatkan momen untuk menggerakkan kotak ke jamaah saat event tertentu,” kata Wakil Ketua MWCNU Pragaan itu.

Tak hanya itu, dirinya akan melanjutkan program tahun lalu. Yakni, santunan yatim dan dhuafat 2 kali setahun, serta memperbanyak kotak dan meletakkannya di tempat strategis. “Alhamdulillah, tahun ini Lazisnu mampu meluncurkan kartu sehat NU ke 15 ranting. Kartu tersebut digunakan untuk berobat ke klinik NU. Ingat, jangan sampai disalahgunakan,” sergahnya.

Selain itu, Sekretaris LP Ma’arif NU Pragaan, Wahyudi berjanji untuk mewadahi buku pegangan atau buku Mapel Aswaja, mulai tingkat MI-MTs. “Kami akan berusaha untuk sowan ke seluruh lembaga pendidikan Islam untuk menjadikan buku ini sebagai Mapel Mulok di madrasah yang berhaluan Aswaja,” curahnya.

Tak kalah juga, Abd Kadir selaku pembina Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama menegaskan bahwa swalayan NU istiqamah melakukan evaluasi dan dihadiri oleh jajaran pengurus harian MWCNU setempat.

“Tahun ini, LPNU sudah menanam saham ke Printing Berkah Sumenep dan Printing Al-Ikhwal Pragaan. Dan akan bersinergi dengan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU guna memproduksi home industri, seperti keripik pisang dan singkong,” tegasnya.

Sementara Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Pragaan, Baikuni melaporkan bahwa klinik NU sudah memiliki 3 dokter umum dan 1 dokter gigi yang saat ini masih dalam tahap proses perizinan. Juga perawat, bidan, dan cleaning service yang stand by di klinik tersebut.

Selain melayani pengobatan medis, tambahnya, klinik NU juga melayani pengobatan thibbun nabawi bersama praktisi Jamiyah Ruqyah Aswaja (JRA) Bindara Saod. “Tahun ini, klinik NU sudah melakukan perpanjangan izin operasional, membuat AD/ART dan SOP sebagai pedoman, perbaikan sarana, pembelian alat-alat medis, melakukan MoU dengan apotek Setia, laborat Wijaya Kusuma, dan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan,” ungkap tenaga perawat klinik NU itu.

Menurut Baikuni, saat ini klinik NU bisa melayani pasien BPJS layaknya Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Dirinya mengimbau kepada nahdliyin untuk datang untuk berobat ke pusat kesehatan NU, baik menggunakan kartu BPJS dan kartu sehat NU, atau pun pengobatan non medis.

“Di tahun ketiga, kami akan menggandeng Badan Otonom NU dan lembaga guna mesosialisasikan dan melakukan penyuluhan kesehatan pada warga sehingga warga berkomitmen untuk berobat ke klinik ini. Mohon dukungannya,” harapnya.

Guna menguatkan presentasi, Kiai Dardiri selaku pembina LKNU menyatakan bahwa dana subsidi klinik NU berasal dari MWCNU. “Belanja peralatan medis, mulai dental unit, dan lainnya, menggunakan dana kas organisasi,” jelasnya mantap Wakil Ketua MWCNU Pragaan itu.

Untuk Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) Pragaan, disampaikan oleh Kiai Munjiyah selaku sekretaris. Beliau melaporkan bahwa, pihaknya telah mendata masjid dan mushala secara online. Dari 15 ranting, 7 Ranting NU sudah dilakukan labelisasi.

“Agar masjid dan mushala mendapat bantuan dari pemerintah dari dana APBD, harus memiliki sertifikat. Yang kami temukan, 25 persen tersertifikat. Sedangkan masjid dan mushala yang telah dilabelisasi adalah ranting Jaddung, Pragaan Daya I, Pragaan Daya II, Pakamban Laok, Pragaan Laok, Kaduara Timur, dan Larangan Perreng. Insya Allah tahun ini kami lanjutkan hingga mencapai 100 persen,” ungkap alumni Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk itu.

Ketua LTM NU Pragaan, Kiai M Mas’udi Shabri meminta kepada seluruh pengasuh masjid dan mushala untuk berkenan mengikuti pelatihan muharrik masjid dan memperjelas nama asli masjid atau mushala agar proses pendataan tercapai. “Tahun ini kami memiliki rancangan kerja, yaitu mencetak buku panduan doa, khatmil Qur’an, dan pelatihan shalat sempurna ala Aswaja,” ungkap alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu.

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM NU) Pragaan, Kiai Zubairi Hasyim melaporkan, pihaknya telah merealisasikan kajian Qonun Asasi secara tekstual dan kontekstual yang dihelat setiap bulan. Juga mengkaji isu kekinian, seperti penambangan fosfat, bedah faham radikalisme dan komunisme, serta bedah buku ‘Menjerat Gus Dur’ dengan mendatangkan Virdika Rizky Utama.

“Tahun ini, kami akan merealiasikan instruksi cabang, yakni mengkonsep dan mensosialisasikan penguatan ranting NU. Juga melanjutkan kajian bulanan dengan fokus utama ‘NU dan kiai menjadi korban persekusi dan pelecehan’,” katanya.

Dewan masyaikh Pondok Pesantren Al-Qarorul Makien Prenduan itu melanjutkan, pihaknya akn menggelar ngaji anggaran desa sebagai kontroling, sehingga warga tau dana tersebut digunakan sebagaimana mestinya. “Program terbaru kami adalah menyusun enskilopedia NU Pragaan agar kita tau sanad ke-NU-an di kecamatan ini,” imbuhnya.

Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (LESBUMI NU) akan melakukan safari shalawat. Sedangkan Lembaga Ta’lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) akan menerbitkan hasil Bahtsul Masail dan mengekspos karya seni serta beragam informasi positif melalui media cetak, elektronik atau online.

Editor: A Warits Rovi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga