Image Slider

Pendidikan Perspektif Milenial Jadi Bahasan Kajian Mahasiswi Instika

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep

Dewan Eksekutif Mahasiswi (Dema) Fakultas Tarbiyah Putri Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk menggelar kajian rutin setengah bulanan bertajuk ‘Tatanan Baru Dunia Pendidikan Perspektif Generasi Milenial’. Kegiatan tersebut dipusatkan di ruangan Gedung KH Abdullah Sajjad Instika, Kamis (24/11/2022).

Hasanah selaku narasumber menjelaskan secara rinci terkait tema kajian dimaksud. Disebutkan, tatanan adalah aturan, tata tertib, ataupun sistem. Sementara pendidikan adalah bentuk bimbingan dan pengembangan potensi peserta didik agar terarah dengan baik yang dilakukan secara sadar, terencana dan sitematis.

“Oleh karenanya, yang dimaksud tatanan baru dunia pendidikan yaitu aturan, tata cara atau sistem yang digunakan dalam dunia pendidikan dan disesuaikan dengan kebutuhan generasi milenial,” katanya.

Ketua Ikatan Alumni Pendidikan Anak Usia Dini (Piaud) Instika Daerah Ganding itu menjelaskan, pendidikan merupakan kunci pembangunan dari SDM menuju terwujudnya generasi emas di tahun 2045.

“Pendidikan sangat menentukan apakah suatu bangsa menjadi beradab, cerdas dan besar, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pendidikan pada generasi milenial harus menjawab tantangan global, seperti memanfaatkan teknologi,” terangnya.

Sementara itu, terkait generasi milenial merupakan bagian dari perkembangan dan pertumbuhan yang dipengaruhi oleh keadanaan lingkungan, sehingga menimbulkan perubahan yang berjalan sangat cepat.

“Istilah milenial ditemukan oleh William Straus dan Neil Howe, seorang peneliti ahli demografis. Generasi milenial dikenal juga dengan sebutan generasi Y. Generasi milenial lahir dan tumbuh ketika teknologi berevolusi,” ucapnya.

Ia menyebutkan, ada beberapa karakteristik terkait generasi milenial. Meliputi, memiliki pola komunikasi yang sangat terbuka, menggunakan media sosial, dan kehidupannya sangat terpengaruh dengan perkembangan teknologi.

“Selain itu, pandangannya lebih terbuka tentang politik, ekonomi dan lain sebagainya. Sehingga terlihat sangat reaktif terhadap perubahan lingkungan dan lain sebagainya,” ucap Hasanah.

Adapun peran generasi milenial, yaitu sebagai agen perubahan (agent of change), sebagai pembangkit nasionalisme bangsa, dan ikut serta dalam memajukan pendidikan kendatipun di daerah pelosok.

“Sedangkan sistem pembelajaran generasi milenial cenderung lebih terbuka, bersifat dua arah dan kompetitif, multidisipliner, serta memiliki produktivitas yang tinggi,” ujarnya.

Tak cukup itu, dalam kesempatan itu dirinya juga mengulas tentang problematika pendidikan Islam di era milenial. Menurutnya, hal tersebut meliputi gaya pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan pragmatis, kebutuhan pasar, dan peluang kerja sehingga ruh pendidikan Islam terabaikan.

“Hal itu belum lagi adanya kurikulum yang sarat akan muatan, sehingga peserta didik banyak terbebani mata pelajaran. Bahkan, juga cenderung kekurangan pendidik yang berkualitas,” pungkasnya.

Pewarta: Husnul Khatimah
Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga