Image Slider

Perbedaan NU dan Muhammadiyah Menurut KH Zulfa Mustofa

Gapura, NU Online Sumenep

Wakil Ketua Umum (Waketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zulfa Mustofa menyalahkan sebuah persepsi yang menyatakan bahwa Muhammadiyah susah kumpul dan gampang berbaris, NU gampang kumpul dan susah berbaris.

Pernyataan ini disampaikan saat mengisi tausiyah ke-NU-an pada acara Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw, Tasyakuran 1 Abad NU, dan Persemian 100 Cabang Baitul Mal wa Tamwil (BMT) Nuansa Umat Jawa Timur, Kamis (09/03/2023) di aula Graha NUansa Gapura.

“Pendapat itu salah. Buktinya banyak pengurus NU di daerah bisa mendirikan rumah sakit, swalayan, lembaga pendidikan, hingga kemegahan pesantren yang tersebar di penjuri dunia,” ucapnya.

Dirinya menceritakan, saat menghadiri acara yang dipandu oleh Najwa Shihab, Sekretaris Umum (Sekum) Muhammadiyah Prof Abdul Mu’ti mengakui bahwa NU adalah adik bongsornya. Karena dalam kalender miladiyah, Muhammadiyah berdiri pada tahun 1912. Sedangkan NU berdiri pada tahun 1926.

“Sekum Muhammadiyah mengakui bahwa NU berdiri belakangan. Namun beliau juga mengakui bahwa anggota NU jauh lebih besar daripada Muhammadiyah. Kini jumlah warga NU kurang lebih 140 juta,” ungkapnya sambil meneriakkan yel-yel ke-NU-an.

Diketahui, selain meresmikan 100 Cabang BMT Nuansa Umat Jawa Timur, cicit Syekh Nawawi Al-Bantani itu meresmikan aula Graha NUansa dan meresmikan Swalayan NU Gapura sambil berbelanja yang ditemani jajaran Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep.

Editor: A Warits Rovi
ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga