Image Slider

Rais NU Sumenep Sebut MWCNU Talango Punya Keajaiban, Ini Sebabnya

Talango, NU Online Jatim

Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep KH Hafidzi Syarbini mengatakan, bahwa Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Talango punya keajaiban yang luar biasa. Hal tersebut karena dalam beberapa pekan terakhir dirinya sangat ingin datang ke MWCNU di daerah kepulauan ini.

“Entahlah, tiba-tiba dalam sepekan ini saya sangat ingin pergi ke MWCNU Talango. Seperti ada keajaiban dan magnet yang luar biasa di Talango ini,” ujarnya saat taujihat dalam acara Penguatan Jamiyah dan Jamaah bersama Pengurus Ranting NU se-Talango, Sabtu (30/07/2022).

Ia mengatakan, bahwa MWCNU Talango memiliki keajaiban tersendiri. Hal tersebut dimungkinkan karena dekat dengan Makbarah Sayyid Yusuf, atau karena kondisi lainnya. Menurutnya, keajaiban itu mungkin saja berupa kelebihan yang hendak dibangkitkan oleh Allah SWT.

“Atau mungkin kekurangan yang akan diisi dan disempurnakan oleh Allah melalui kegiatan konsolidasi dan penguatan jam’iyah ini,” ungkapnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Istiqamah Batuan itu bersyukur bisa hadir ke MWCNU Talango. Dirinya pun meminta kalau MWCNU Talango punya kelebihan agar ditirakati, agar memiliki buah yang dapat dimanfaatkan oleh warga Nahdlatul Ulama.

Ia juga bersyukur atas anugerah yang telah diberikan kesempatan untuk berkumpul bersama. Sebab menurutnya, jika selalu bersama dalam pertemuan untuk melakukan konsolidasi, maka kekurangan dan kelebihan sebuah organisasi akan mudah diketahui bersama.

“Intinya, seringlah mengadakan rapat dan pertemuan, karena darinya akan tampak kelebihan dan kekurangan kita,” imbuh Kiai Hafidzi.

Dirinya menyebutkan, dari saking pentingnya makna sebuah pertemuan, Allah pun mewajibkan bagi seorang laki-laki untuk bertemu sepekan satu kali dalam shalat Jum’at. Disebutkan, bertemu saja sudah merupakan sesuatu yang penting, apalagi diisi dengan hal-hal yang bermanfaat.

“Karena pada hakikatnya, kalau pengurus jamiyah Nahdlatul Ulama sering bertemu pasti ada hasilnya,” jelas alumni Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang itu.

Namun demikian, ia meminta agar pengurus NU memahami masalah yang menjadi kendala organisasi. Dirinya pun mengibaratkan masalah seperti orang sakit, yakni harus tahu jenis penyakitnya agar terapi penyembuhannya sesuai obat yang diberikan oleh dokter.

Pihaknya berharap agar pengurus NU agar tidak jemu mengabdi dan berkhidmat di Nahdlatul Ulama. Warga NU hendaknya selalu siap bila dibutuhkan oleh organisasi. “Pesan Kiai Maimun Zubair guru saya, kalau ditunjuk sebagai pengurus Nahdlatul Ulama jangan menolak, wajib dilakukan,” ungkapnya.

Untuk itu, Kiai Hafidzi mengajak agar apabila ada kelebihan dari sebuah kerja organisasi hendaknya tidak berbangga secara berlebihan. Karena Allah SWT berfirman dalam potongan ayat 76 dalam surat Al-Qashas, Innallaha la Yuhibbul Farihin. Artinya, Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri.

“Kalau kita punya kantor misalnya, jangan berbangga berlebihan. Tapi hendaknya syukuri dengan kegiatan nyata yang dapat dirasakan oleh umat,” pungkasnya.

Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga