Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Rayon Hizbullah Huda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Guluk-Guluk memberikan origami dalam rangka menyemarakkan Harlah Korps PMII Putri (Kopri) ke-53 dan Hari Guru Nasional, pada Rabu (25/11).
Tepat pada pukul 15.15 WIB beberapa anggota rayon ini berbaris rapi di sepanjang jalan depan Komisariat PMII Guluk-Guluk untuk bagi-bagi origami kepada seluruh pengendara yang berlalu lalang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Taufiqurrahman pelaksana kegiatan menyampaikan, kegiatan ini sengaja dilaksankan pengurus Rayon Hizbullah Huda sebagai bentuk partisipasi memperingati Harlah Kopri 53 dan Hari Guru Nasional.
“Kegiatan ini memang direncanakan sejak hari-hari sebelumnya di internal Pengurus Rayon Hizbullah Huda, dan alhamdulillah meski sederhana tetapi ini bagian dari niat baik pengurus rayon,” ucap Taufiq, sapaan akrabnya.
Kegiatan ini, lanjut Taufiq, tidak hanya sekedar bagi-bagi origami saja, namun sebelum itu, pengurus Rayon Hizbullah Huda juga melakukan Tawassul bersama yang di khususkan untuk para guru dan kaum aktivis perempuan yang telah berdedikasi dan berdikari untuk bangsa dan negeri ini.
“Sederhananya, kami berharap bisa menyumbangkan amal baik bagi setiap jasa yang sudah diberikan guru dan perempuan aktivis pergerakan,” tutur Mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) ini.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, pengurus rayon menyiapkan origami berbentuk hati dan setangkai bunga, lalu diberikan kepada pengendara yang melintas di jalan depan komisariat.
Mengenai hal tersebut, Ach. Murtafiq, Ketua Rayon Hizbullah Huda menerangkan, bahwa kegiatan ini sepenuhnya aspirasi dari anggota rayon yang didukung oleh Pengurus Rayon Hizbullah Huda.
“Dana kegiatan ini juga hasil patungan,” ungkap Santri PP Annuqayah Lubangsa ini.
Lebih lanjut Murtafiq menerangkan, meski kegiatan ini terkesan feminine dan membutuhkan mental untuk melaksanakannya, lantaran kepengurusan Rayon Hizbullah Huda sebagai pelaksana yang notabene adalah kader putra, namun menurutnya justru sisi ini adalah nilai dari kegiatan tersebut.
“Setidaknya untuk menjukkan penghargaan kami terhadap perempuan aktivis pergerakan lebih-lebih kepaa guru atas jasa-jasanya,” jelas Murtafiq.
Pihaknya juga berharap, di usia yang tidak lagi muda ini, Kopri harusnya dewasa dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Mempertegas identidas dan integritas, menjadi perempuan yang insana fi ahsani taqwim, dan bersama-sama berusaha mewujudkan bangsa indoneisa sebagai haadzal baladin amin” pungkasnya penuh harap.
Pewarta : Infokom Hizu
Editor : A. Habiburrahman

