Image Slider

Serba-Serbi Muktamar ke-34, Bazar Buku Jadi Oleh-Oleh Muktamirin

Kota, NU Online Sumenep

Mukmatar Nahdhatul Ulama ke-34 yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Darus Sa’adah, Lampung Tengah sejak pembukaan pada Rabu (22/12/2021) kemarin menawarkan beberapa serba serbi yang menarik. Salah satunya adalah adanya stand bazar buku.

Untuk memeriahkan Muktamar kali ini, Penerbit Rene Turos Indonesia juga membuka stand Bazar buku di lokasi acara. Menurut Farobi, Editor Penerbit Turos Indonesia mengatakan bahwa penerbit Turos Pustaka membuka satu stand utama yang bertempat di Lapangan Saburai Enggal, bazzar nomor 092, Bandar Lampung.

“Sangat besar. Saya rasa keliru jika ada yang mengatakan orang Indonesia, khususnya dari kalangan NU tidak suka membaca buku. Buktinya, buku-buku Turos ramai diserbu muktamirin,” katanya kepada NU Online Sumenep.

Ia mengatakan bahwa selama muktamar berlangsung di Lampung memang ada potongan harga khusus. Pihaknya bergembira karena selain masyarakat sekitar yang menjadi pelanggan, tokoh tokoh besar NU juga ikut borong buku buku yang diterbitkan oleh Turos Pustaka.

“Alhamdulillah sejak mulai buka, stand Turos Pustaka dibanjiri pembeli dari berbagai kalangan. Mulai dari warga sekitar, hingga mantan Menaker dan Menpora Hanif Dhakiri yang memborong banyak sekali koleksi buku Turos,” katanya saat di konfirmasi NU Online Sumenep via WhatsApp.

Ia mengatakan bahwa animo pembeli sangat luar biasa saat muktamar kali ini. Ia menambahkan jika kehadiran bazar buku di arena mukatamar sangat penting.

“Kalau bisa malah perlu dibuatkan bazar yang khusus untuk buku. Tujuannya tentu saja untuk memasok bahan bacaan baru bagi para muktamirin yang datang. Tidak ada oleh-oleh terbaik selain buku bermutu. Apalagi jika buku yang ditawarkan seperti buku-buku Turos, terjemah kitab-kitab klasik dari para ulama ahlussunnah wal jamaah. Selama ini banyak sekali yang ingin mengakses kitab-kitab utama para ulama, namun terkendala masalah bahasa,” ungkapnya.

Perlu diketahui bahwa Tim Turos Pustaka membawa banyak buku. Mulai dari karangan Imam al-Ghazali, Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari, Imam Asy’ari, Ibnu Khaldun, Syekh Abdul Qadir, Imam Fakhruddin Arrazy, ada juga karya Syekh Nawawi al-Bantani dan banyak buku klasik terjemahan lain yang sudah kami terbitkan.

“Dari sekian buku yang kami bawa, buku “Istirahatkan Dirimu dari Kesibukan Duniawi” yang diterjemahkan dari karya agung Ibnu Atha’illah berjudul At-Tanwir fi Isqath at-Tadbir”, adalah buku yang paling banyak dibeli oleh peserta Muktamar. Buku dahsyat ini sudah masuk cetakan ke-4 dalam 3 bulan,” pungkasnya.

Editor : Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga