Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
KH A Farid Hasan selaku Kepala Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep menjelaskan, tanggal 17 selain merupakan tanggal hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI), juga termasuk angka keberuntungan.
Penegasan ini disampaikannya saat mengisi pesan-pesan kemerdekaan dalam Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI Ke-77 yang diselenggarakan oleh MA 1 Annuqayah Guluk-Guluk, pada Rabu (17/08/2022) di auditorium setempat.
“Pertama, tanggal 17 merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia karena pada hari tersebut, Indonesia sudah merdeka dari serangan para penjajah,” tuturnya saat mengawali penyampaiannya.
Menurutnya, orang-orang yang hidup di era sekarang hanya merupakan generasi penikmat saja. Pasalnya, perjuangan melawan penjajah secara fisik sudah dilakukan oleh para pejuang bangsa dan ulama di Nusantara ini dengan semangat yang berkobar.
“Tetapi, perjuangan melawan kebodohan merupakan tugas generasi saat ini agar ke depannya semakin maju dan berkembang dalam hal pengetahuan,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Al-Hasan Guluk-Guluk ini.
Ia juga menceritakan, suatu ketika, sepulang dari medan perang Nabi Muhammad SAW pernah bersabda kepada para sahabatnya, ‘Kalian telah pulang dari suatu jihad kecil menuju jihad besar’. Sahabat pun bertanya, ‘Apakah jihad yang lebih besar itu, wahai Rasulullah?’ Jawab beliau, ‘Jihad melawan hawa nafsu.’
“Kedua, tanggal 17 merupakan hari diturunkannya Al-Qur’an (Nuzulul Qur’an). Di mana Al-Qur’an turun sebagai peringatan dan petunjuk bagi manusia,” ungkap Guru MA 1 Annuqayah Putri Guluk-Guluk ini.
Ketiga, tanggal 17 merupakan angka dari jumlah shalat lima waktu yang diwajibkan kepada manusia, mulai dari shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya’, dan Shubuh.
“Barangsiapa yang telah melaksanakan shalat lima waktu itu, maka akan tercegah dari perbuatan keji dan mungkar serta apabila shalatnya baik, maka seluruh amalnya juga akan terhitung baik,” tambah Kiai Farid.
Lantas, ia menyatakan, bahwa shalat lima waktu ini akan menjadi perkara yang akan dihitung (dihisab) pertama kalinya pada hari kiamat sebelum perkara yang lainnya.
“Jadi, mari ke depan para siswa harus meningkatkan semangat belajar, disiplin, dan juga istiqamah dalam melaksanakan shalat yang lima waktu,” pungkas guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) 1 Annuqayah Guluk-Guluk itu.
Editor : Ach. Khalilurrahman

