Pragaan, NU Online Sumenep
Banyak cara yang dilakukan oleh warga NU untuk memeriahkan Muktamar, salah satunya yang dicontohkan oleh Wakil Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Afifuddin Muhajir dengan mempersembahkan Qasidah berbentuk tahniah. Bahkan qasidah tersebut seketika viral di berbagai platform. Saat itu pula, qasidah ini menjadi lagu resmi Muktamar ke-34 NU di Provinsi Lampung. Bahkan tersseketika viral di berbagai platform.
Di tempat yang berbeda, Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH M Zainur Rahman Hammam Ali, turut serta mempersembahkan syiir tahniah. Tujuannya adalah untuk mengembalikan semangat bahwa NU sudah 100 tahun.
“Syiir yang kami buat adalah doa dan harapan dari warga NU Sumenep agar Muktamar ke-34 NU menghasilkan keputusan yang benar-benar maslahat bagi agama, bangsa dan negara,” tuturnya, Senin (20/12/2021).
Tak hanya itu, syiir ini dibuat untuk menunjukkan dukungan moral dan partisipasinya walau hanya lewat sebaris doa dan harapan besar agar harapan ini dikabulkan oleh Allah SWT.
Mustasyar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan tersebut sempat mengalami kesulitan dalam menggubah syiir.
“Ada kesulitan saat menggubah syiir, terutama saat memilih kata, diksi, atau kalimat yang sesuai nurani tanpa kehilangan nilai estetisnya. Lalu saat itu semua harus diseleraskan dengan wazan notasi (bahar) al-basith,” ungkap Kiai Zainur.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muqri Karangkapoh Prenduan itu menegaskan, pembuatan syiir tersebut diselesaikan sekitar 24 jam lebih. Karena dibuat dalam perjalanan.
“Saat senggang kami lanjutkan membuat dan berhenti saat tak sempat. Alhamdulillah, syiir ini dirampungkan barusan ba’da dzuhur,” tandasnya.
Berikut teks syiir yang dibuat oleh KH M Zainur Rahman Hammam Ali:
الدعاء والرجاء للمؤتمر الرابع والثلاثين لجمعية نهضة العلماء
١. يَا رَبَّنٰا بِسْمِكَ الْحَمْدُ الْكَثِيْرُ لَكَ * فَصَلِّ سَلِّمْ عَلٰى الْمُخْتٰارِ مِنْ كُرَمَا
٢. وَالْآلِ وَالصَّحْبِ مَنْ حُزْناٰ بِهِمْ بَرَكَةْ * كَذَا ارْضَ جَمْعِيَّةً هِيْ نَهْضَةُ الْعُلَمَا
٣. مِنْهَا الصَّلَاحُ انْجَلٰى لِلدِّيْنِ وَالْبَلَدِ * بِهِ احْتِرَاماً وَجَدْنَا رَبِّ زِدْ نِعَمَا
٤. فَالعَوْنَ نَرْجُوْ لَهاَ مَنًّا لِمُؤْتَمَرِ * ٱتٍ بِلَامْفُوْنجْ نَنَالُ الزَّهْوَ وَالْحِكَمَا
٥. رَبِّى فكَمِّلْهُ بِالتِّيْجَانِ وَالشَّرَفِ * لِأنَّ فِيهِ النَّشَاطَ الجِدَّ وَالهِمَمَا
٦. يَسِّرْ وَسَهِّلْ لِمَنْ خَيْرًا بِهِ طَلَبوا * وَفِّقْهُمُو رَبِّ مَا يُمْنٌ بِهِ اغْتُنِمَا
٧. إِيَّاكَ نَسْتَوْدِعُ الْجَمْعَ الْأَمِيْنَ بِهِ * وَالْأَمْنَ مِنْ كُلِّ مَنْ سُوْءًا بِهِ زَعَمَا
٨. ذَا مِنْ أَبِى حَائِزٍ زَيْنٍ وَيَرْغَبُ فِى * نَجْحٍ لِمُؤْتَمَرٍ مَعْ نَفْعِهِ الْأُمَمَا
٩. مُصَلِّياً مَعْ سَلَامٍ لِلنَّبِىْ وَكَذَا * لِلْآلِ وَالصَّحْبِ حَمْدًا لِلَّذِى رَحِمَا
كارا غكافوه، ١٥ جمادى الأولى ١٤٤٣
Artinya:
1. Wahai Tuhan kami, dengan menyebut Nama-Mu, segala pujian nan melimpah hanya milikMu, maka limpahkanlah shalawat – salam untuk Sang Nabi Yang Terpilih dari orang-orang mulia;
2. Dan untuk para keluarga serta sahabat beliau, yang dengan mereka semua kita berharap memperoleh segala keberkahan dan mohon ridhailah organisasi Nahdlatul Ulama.
3. Dari NU telah nyata kebaikan bagi agama dan negara. Dengannya pula kami mendapat kehormatan. Tuhanku, mohon tambahkanlah segala nikmat.
4. Kami berharap pertolonganMu untuknya sebagai anugerah-Mu pada Muktamar yang akan datang di Lampung, kita berharap meraih kemilau serta limpahan hikmah.
5. Tuhanku, mohon sempurnakan Muktamar itu dengan segala mahkota kemuliaan. Karena di dalamnya ada semangat, kesungguhan, dan cita-cita.
6. Mohon mudahkanlah semua yang berharap kebaikan dengannya. Mohon taufiqlkilah mereka pada apapun yang dengannya keberuntungan bisa dituai.
7. PadaMu kami titipkan sekelompok (orang) terpercaya dengan Muktamar itu dan aman dari setiap orang yang berkehendak buruk padanya.
8. Syiir ini dari Abi Haiz Zain (bin Hammam) yang sangat menginginkan kesuksesan Muktamar itu disertai manfaat bagi umat dan bangsa.
9. Seraya bershalawat – salam untuk Kanjeng Nabi berikut semua keluarga dan sahabat beliau, dan memuji Allah Yang Maha Belas Kasih.
Editor: Ibnu Abbas

