Image Slider

Anak Ranting NU di Gapura Gelar Halal bi Halal, Wujud Kekuatan Basis Nahdliyin di Akar Rumput

Gapura, NU Online Sumenep

Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Masjid Al-Hasani bersama Pimpinan Anak Ranting (PAR) Fatayat NU Dusun Dik-Kodik Desa Gapura Timur Kecamatan Gapura menggelar Halal bi Halal pada Rabu, (19/5/2021) bertempat di Madrasah Diniyah Al-Hasani Desa Gapura Timur.

Halal bi Halal yang juga diisi dengan Ngaji ke-NU-an oleh Kiai Muhammad Bahrul Widad, Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep ini dihadiri oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Gapura Timur, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura, dan Badan Otonom serta masyarakat setempat.

Nindari, Ketua PAR NU Masjid Al-Hasani menuturkan bahwa kegiatan Halal bi Halal tersebut menjadi acara tahunan yang rutin digelar. Kali ini menggandeng Fatayat NU dengan harapan terjalin sinergi dan kekompakan Nahdliyin di akar rumput.

“Memang, kita sengaja menggelar acara ini tiap tahun. Sebagai upaya untuk menghidupkan NU di tengah-tengah masyarakat,”

Sementara itu, Rais PAR NU Masjid Al-Hasani, Kiai Moh. Fathor Rois menambahkan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menghapus segala dosa dan kesalahan antar sesama manusia dengan jalinan silaturrahim. Lebih dari itu juga menjadi satu momentum untuk berkumpul menikmati kuliner khas saat peringatan Hari Raya Ketupat.

Kiai Muhammad Bahrul Widad, Katib PCNU Sumenep yang bertindak sebagai pengisi tausiyah mengingatkan kepada semua masyarakat yang hadir untuk tetap mengikuti dakwah ala NU. Sebab banyak bertebaran di media sosial maupun dunia nyata tentang dakwah-dakwah yang tidak santun dan malah memperkeruh keadaan.

Dakwah ala NU menurut beliau, sarat dan kental dengan Ilmu Tauhid yang mendalam. Karenanya dakwahnya menjadi sangat santun dan mendamaikan. Berbeda dengan dakwah-dakwah lainnya yang justru mengandung unsur provokatif. Hal itu dikarenakan dangkal Tauhidnya.

“NU itu tidak keras, tapi tegas. Karenanya dakwah NU tidak mudah menfonis, tidak mudah mengkafirkan. Dulu, NU didirikan untuk melawan Wahabi yang kala itu selalu mensyirikkan semua hal. Termasuk maqbarah para Nabi,” ujar beliau.

Sejak awal, menurut Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Desa Longos Kecamatan Gapura ini NU tetap konsisten menjaga keutuhan bangsa dan negara. Karenanya NU tidak menggebu-gebu. Dalam arti tidak menimbulkan kegaduhan.

Sehingga bagi NU yang tepat adalah menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukan menjaga Islam. Sebab menurut beliau, Islam bukan untuk dijaga, tapi untuk berkhidmat dan dipatuhi. Islam sudah dijaga oleh Allah SWT.

Di akhir acara, KH. Mukhtar, Wakil Rais PRNU Desa Gapura Timur, memimpin doa penutup.

Pewarta: Matroni Muserang
Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga