Image Slider

Haul Akbar IKSASS Giligenting, Ingatkan Pentingnya Shalawat dan Sanad Keilmuan

Giligenting – NU Online Sumenep

Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafiiyah Sukorejo (IKSASS) Sub Rayon Giligenting Sumenep menggelar Haul Akbar Masyayikh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, Muassis NU, dan Masyayikh Pulau Giligenting bersama ribuan masyarakat setempat, pada Rabu malam (19/5/2021).

Acara yang bertempat di Lapangan Gedugan Barat, Giligenting, Sumenep ini menghadirkan Majelis Pemuda Bershalawat At-Taufiq Sampang asuhan Gus Khairan.

Turut hadir dalam acara Haul Akbar tersebut KH. Khoiron Zaini, Mad Tumbuk, selaku vokalis dari Majlis Pemuda Bersholawat At-Taufiq, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Giligenting, KH. Yahya A. Ridwan, juga beberapa tokoh masyarakat lainnya.

Ketua Majelis Tanfidzi IKSASS Giligenting, Rodi Hartono menuturkan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut selain meningkatkan kecintaan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW juga sebagai wujud pengabdian terhadap guru yang telah mendidik.

“Acara ini digelar untuk meningkatkan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW. Juga sebagai pengabdian IKSASS Giligenting terhadap guru-guru kita,” ungkapnya.

Giligenting Berdzikir dan Bershalawat, merupakan tema yang diangkat pada acara tersebut. Pria yang akrab disapa Rodi ini menyebutkan bahwa tema tersebut merupakan ejawantah dari pesan para Masyaikh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo untuk merawat warisan baginda Nabi Muhammad SAW.

“Ya salah satunya lewat kegiatan Berdzikir dan Bershalawat dengan berjamaah ini,” imbuhnya.

Seperti diketahui, IKSASS Sub Rayon Giligenting tiap tahunnya rutin menyelenggarakan Halal Bi Halal di bulan Syawal. Hal itu merupakan kegiatan puncak kolaborasi IKSASS Alumni dan Santri selama liburan Pesantren pada bulan Ramadhan hingga Syawal menjelang kembalinya santri ke Pesantren

“Kita bersyukur bisa meramaikan pulau Giligenting dengan Sholawat, sebab kali ini Haul Akbar mencakup tawassul kepada seluruh masyayikh, guru alif, dan sesepuh Giligenting bersama adik-adik santri. Semoga kita teraliri barakah Kanjeng Nabi dan Para Masyaikh,” terangnya.

Dihadapan ribuan jamaah yang hadir, Gus Khoiron tidak lupa mendoakan Masyaikh dan sesepuh Giligenting di sela-sela membuka Majelid Shalawat At-Taufiq. Hal itu dilakukan sebagai wasilah untuk mendapatkan Syafaat Baginda Rasulullah SAW.

“Mari bersama-sama kita membacakan shalawat untuk mendapatkan syafaat dari Rasullullah SAW,” ungkap Pimpinan Majelis Shalawat itu.

Tidak hanya itu, beliau juga mengingatkan kepada jamaah agar setelah acara Majelis Shalawat nanti tetap istiqamah membaca dan mengamalkan Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Ketika depak ka compok, kalak tasbina, pasantak solawette, insya Allah kalaben barokana solawat, maka abe’ bekal tetti oreng se salamet, edunnya kantos akherat, (ketika sampai ke rumah, ambil tasbihnya, baca shalawat dengan sungguh-sungguh, InsyaAllah dengan barakahnya shalawat kita akan menjadi orang yang selamat, baik di dunia maupun di akhirat),” imbuhnya.

Dalam kegiatan Haul Akbar itu juga diisi dengan pembacaan silsilah Masyaikh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, Muassis NU dan Masyaikh Giligenting oleh Rais MWCNU Giligenting, KH. Zuhdi Salim.

Menurut Kiai yang juga Ketua Majlis Syuri IKSASS Giligenting itu bahwa silsilah nasab Masyaikh dan para guru penting untuk diketahui karena sanad keilmuannya tersambung hingga ke Rasulillah SAW.

“Kita harus tahu dengan silsilah guru-guru kita. Sanad keilmuannya nyambung kemana, putra siapa, kita harus tahu itu,” ungkapnya.

Pewarta: Moh. Kholil Jufri / Rifand NL
Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga