Giliraja, NU Online Sumenep
Sebulan lebih kegiatan Lailatul Ijtima dan Khataman Maulid Al-Diba’ei yang diprakarsai Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Banbaru Gilirja diliburkan. Terhitung sejak sepekan menjelang ramadlan hingga lebaran Idul Fitri1442. Kegiatan tersebut diliburkan sebagai upaya memberikan kesempatan kepada Pengurus Ranting NU Banbaru dan nahdliyin untuk fokus dengan amalan khusus di bulan ramadlan.
Dalam rangka menjalin kembali silaturahim antar-pengurus serta warga nahdliyyin, PRNU Banbaru kembali mengaktifkan rutinitas setengah bulanannya. Kegiatan Lailatul Ijtima dan Khataman Maulid Al-Diba’ei ini bertempat di kediaman Ustadz Suhartono, Banbaru Giliraja Sumenep, Rabu (19/05/2021) malam.
Ustadz Moh. Syadali selaku Ketua PRNU Banbaru menyampaikan, bahwa berlalunya ramadlan adalah satu kesedihan bagi umat Islam. Umat islam hendaknya senantiasa bersyukur karena telah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh tanpa rintangan berarti.
“Kita wajib bersyukur karena telah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh. Semoga kita masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk menikmati ramadlan yang akan datang,” ujarnya.
Ustadz Syadali juga mengajak kepada anggota Lailatul Ijtima agar saling memaafkan, mengingatkan dan saling menyemangati dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama.
“Momentum Lailatul Ijtima pasca Idul Fitri ini kita jadikan sebagai langkah awal untuk meluruskan niat dalam berkhidmat di NU. Jangan patah semangat dengan omongan orang atau pihak yang tidak senang terhadap dakwah NU,” tambahnya.
Pria yang juga menjadi juru tagih trayek di Pelabuhan Tanggek-Cangkarman ini mengutip perkataan Kiai Abd. Halim Al-A’la, Katib Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Giliraja. Dawuh tersebut disampaikan oleh Kiai Halim saat turun ke bawah (turba) ke ranting NU di Giliraja menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) NU Sumenep tahun 2020.
“Ingatlah apa yang dikatakan oleh Kiai Halim saat turba ke ranting. Kenapa kita ber-NU? Tentu saja karena mengikuti manhaj guru, dan tidak mungkin guru kita mengarahkan pada jalan yang sesat. Semoga kita diakui sebagai santri KH. M. Hasyim Asyari dan menjadi orang yang husnul khotimah,” pungkasnya.
Sementara itu, Ustadz Suhartono tuan rumah kegiatan dimaksud mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada anggota Lailatul Ijtima. Sekretaris MWCNU Giliraja ini berharap, agar kegiatan Lailatul Ijtima dan Khataman Maulid Al-Diba’ei terus berjalan secara istiqomah dan bisa mempererat tali silaturahmi antar-pengurus dan nahdliyin.
“Alhamdulillah, peserta lumayan kompak. Zaman sekarang, kita seolah-olah sibuk terus, seakan-akan tak ada waktu untuk silaturahim. Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudi hadir pada kesempatan ini,” tuturnya.
Ia pun menambahkan, jika tidak di perkumpulan semacam ini, kapan akan membaca Maulid Ad-Diba’ie hingga selesai? Beberapa kesempatan seringkali dibaca ringkas, bahkan langsung ‘mahallul qiyam’.
“Semisal barzanjian yang diselenggarakan pada acara hajatan di masyarakat dan lain sebagainya,” pungkas Ustadz Suhartono.
Editor: A Habiburrahman

