Pragaan, NU Online Sumenep
Usai dibuka dengan khatmil Qur’an, acara Hari Lahir (Harlah) ke-99 NU yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, dimeriahkan dengan penampilan pencak silat Pagar Nusa Pamur Putra Faimili asal Sarkoju’, Prenduan dan diiringi dengan musik tradisional gul-gul, Jum’at (11/02/2022) malam di halaman kantor setempat.
Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Pragaan, Gus Moh Zainol Kholis Afifie, musik gul-gul merupakan musik tradisional yang fungsinya mengiringi para pendekar saat melakukan aktraksi jurus, sabung, memainkan senjata tajam, dan tarian canmacanan Madura.
“Kami turut berduka cita atas wafatnya guru besar Pagar Nusa Pamur Putra Famili, yakni Kiai Abdur Rahman Mukhtar yang wafat hari Jum’at (11/02/2022) jam 11.30 WIB. Semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah dan pencak silat yang dirintisnya tetap eksis bersama NU,” ujarnya saat dikonfirmasi NU Online Sumenep, Senin (14/02/2022).
Tak hanya itu, untuk tarif musik gul-gul, disesuaikan dengan jarak atau lokasi. Untuk acara besar seperti rokat desa, tarifnya sekitar Rp2 juta, karena pemain akan menabuh dari jam 19.00-00.00 WIB. Sedangkan untuk acara kecil, tarifnya murah. Karena penabuh tak akan bermain lama.
“Penampilan ini untuk mengenalkan seni bela diri kepada Nahdliyin yang hadir pada pembukaan Pekan Rajabiyah,” imbuhnya.
Di saat yang sama, Nuruddin selaku pemain musik gul-gul menerangkan bahwa alat-alat yang dimainkan oleh penabuh didominasi oleh gendang kempul yang bunyinya sangat bervariasi.
“Ada yang namanya gendang ding-dong, panabheng, jidur (sejenis beduk mini), lira, dan simbal kecil,” tuturnya.
Dijelaskan pula, musik tradisional ini didirikan oleh Almarhum Kiai Abdur Rahman Mukhtar. “Kurang lebih 20 tahunan usianya yang sampai detik ini bisa memberikan hiburan pada warga di pedesaan,” pungkasnya.

