Batuan, NU Online Sumenep
Di momen Hari Santri Nasional (HSN), Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Sumenep memilih dua kegiatan utama guna menyemarakkan momen tahunan tersebut, yakni Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Olimpiade Aswaja An-Nahdliyah, Senin (18/10/2021) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) NU.
Sekretaris LP Ma’arif NU, Zainal Abidin menyatakan, total peserta mencapai 70 orang se-Kabupaten Sumenep. Beliau yang diamanahi sebagai penanggung jawab Olimpiade Aswaja An-Nahdliyah mengungkapkan bahwa, lomba tersebut diperuntukkan bagi siswa dan siswi tingkat SD/MI dan SMP/MTs.
Tak hanya itu, pria yang kini menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP NU Sumenep tersebut berharap agar generasi muda Indonesia sudah memiliki pemahaman sejak dini tentang Aswaja.
“Tentu saja kita berharap agar para pemuda generasi penerus bangsa dapat memperoleh pemahaman sejak dini. Dengan demikian, ruh dan semangat Aswaja An-Nahdliyah bisa menggelora dalam diri pemuda bangsa kita,” terangnya saat dikonfirmasi oleh reporter NU Online Sumenep.
Sejalan dengan LKTI dan Olimpiade Aswaja tahun ini mengusung tema ‘Aswaja An-Nahdliyah dalam Perspektif Generasi Z’. Tema tersebut diperuntukkan bagi para siswa-siswi SMA/MA se-Kabupaten Sumenep.
Di kesempatan yang sama, Kiai Ali Qorror Alkhasy, selaku Person in Charge (PIC) LKTI menyampaikan, dipilihnya tema tersebut dalam rangka untuk menginternalisasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah di kalangan Generasi Z dan dapat mengkonter faham ataupun nilai dari luar yang berseberangan dengan nilai Islam di Nusantara.
“Kalau kita melihat konten di media sosial, meski banyak informasi positif. Namun yang miris juga tidak kalah banyak. Mungkin dengan ikhtiar ini, kita bisa semakin responsif terhadap gejala sosial yang kurang baik,” kata Dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk itu.
Di kesempatan yang berbeda, Ketua LP Ma’arif NU, Kiai Ahmad Majdi Tsabit menjelaskan, dua kegiatan ini sejatinya merupakan bagian dari rangkaian kegiatan serentak HSN yang diadakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU). Lalu beliau berbagi cerita tentang harapan kepada generasi muda khususnya Z.
“Generasi Z itu cerdas-cerdas. Dengan mengajak mereka berbagi sudut pandang tentang Aswaja An-Nahdliyah, dapat menstimulus nilai-nilai luhur di dalam keseharian mereka. Syukur-syukur dapat menginspirasi teman-temannya agar semakin banyak generasi muda yang dapat membentengi diri dan komunitas secara bersamaan kini dan seterusnya,” harap Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Instika Guluk-Guluk itu.
Tak sampai di situ, saat berita ini ditulis, para peserta yang masuk 10 Besar sedang dalam proses akhir yakni wawancara. Kegiatan ini diadakan di kantor PCNU Sumenep. Adapun pengumuman pemenangnya akan diumumkan pada di puncak perayaan HSN 2021 mendatang.
“HSN sendiri merupakan hari peringatan tentang kaum sarungan yang diadakan setiap tanggal 22 Oktober sejak 2015 lalu. Tahun 2021 ini, Kementerian Agama RI membawa tema ‘Santri Siaga Jiwa Raga’. Oleh karena itu, di masa pandemi ini, santri tetap siaga menjaga kesehatannya,” pinta Kiai Majdi.
Editor: Firdausi

