Oleh: Amrullah
Membaca kisah-kisah inspiratif dapat menjadi penghibur hati sekaligus sumber pembelajaran berharga. Buku Dear Broken Heart ini ditujukan untuk memberikan penghiburan bagi mereka yang mengalami kesedihan, kekecewaan, dan pengkhianatan. Salah satu kisah yang menarik mengenai perjuangan melawan dosa diceritakan oleh Ibnu al-Jawzi dalam karyanya ‘Uyun al-Hikayat.
Dalam kisah ini, dikisahkan seorang tukang daging yang jatuh cinta kepada seorang budak perempuan, yang merupakan tetangganya. Suatu hari, orang tua budak tersebut mengutusnya ke desa lain untuk suatu keperluan. Melihat kesempatan tersebut, si tukang daging berusaha membujuknya untuk melakukan perbuatan terlarang. Terjadilah dialog antara keduanya, di mana sang budak perempuan berkata, “Jangan lakukan itu. Aku mencintaimu lebih dari aku mencintai diriku sendiri, tetapi aku takut kepada Allah.”
Mendengar hal tersebut, si tukang daging tersentak dan menyadari kekeliruannya. Ia merenungkan kata-kata budak itu dan berkata, “Jadi, kamu takut kepada-Nya, sedangkan aku tidak?” Perkataan ini menggugah hatinya hingga ia memutuskan untuk bertobat dengan penuh penyesalan dan kembali ke jalan yang benar.
Dalam perjalanan pulang, ia mengalami kehausan yang luar biasa hingga hampir kehilangan nyawa. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang nabi dari Bani Israil. Sang nabi bertanya mengenai penyebab kondisinya, lalu berdoa bersama agar awan menaungi perjalanan mereka hingga ke desa tujuan. Namun, ketika keduanya berpisah di persimpangan jalan, awan tersebut justru mengikuti si tukang daging dan meninggalkan sang nabi.
Melihat hal ini, nabi tersebut keheranan dan bertanya, “Awan mengikuti perjalananmu dan meninggalkanku, padahal engkau mengatakan tidak memiliki amal yang berarti. Demi Allah, ceritakan kepadaku apa yang sebenarnya telah terjadi.”
Si tukang daging kemudian menceritakan kisahnya, termasuk bagaimana ia menahan diri dari perbuatan dosa dan bertobat dengan sungguh-sungguh. Atas taubatnya yang tulus, Allah menganugerahkan kepadanya pertolongan luar biasa, yang bahkan melebihi kedudukan seorang nabi dalam konteks peristiwa tersebut.
Kisah ini menjadi pelajaran berharga bahwa ketulusan dalam meninggalkan dosa dan kembali kepada Allah dapat mendatangkan keberkahan serta pertolongan yang tak terduga. Jangan merisaukan rezeki, sebab telah ditetapkan oleh Allah, banyak orang merasakan kesulitan dalam memperoleh rezeki.
Sebagian bekerja dengan penghasilan yang kecil, yang nyaris tidak mencukupi hingga akhir bulan. Ada pula yang mengalami kondisi lebih sulit, yakni kesulitan mendapatkan pekerjaan, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kelangsungan hidupnya. Hal ini wajar, karena pekerjaan merupakan salah satu pintu rezeki. Namun, perlu diingat bahwa yang memberi rezeki adalah Allah, bukan pekerjaan itu sendiri.
Dunia sejatinya adalah tempat ujian. Sebagian orang berpikir bahwa cobaan yang mereka alami adalah yang paling berat, padahal ujian hadir dalam berbagai bentuk bagi setiap individu. Salah satu kisah inspiratif mengenai hal ini diceritakan oleh Syekh ‘Ali Thantawi rahimahullah dalam karyanya Dzikrayat.
Dalam kisah ini, seorang mantan diplomat Mesir bernama Syekh Shadiq al-Majdawi pernah mendapat tugas mendesak untuk perjalanan diplomatik ke Rusia. Ia merasa khawatir karena proses penyembelihan hewan di negara tersebut tidak mengikuti ketentuan syariat Islam yang dianut oleh penduduknya. Untuk mengantisipasi hal ini, ia menyiapkan bekal dengan menyembelih dua ekor ayam di rumahnya, yang kemudian dimasak oleh istrinya.
Setibanya di Rusia, ia mendapat undangan makan siang dari seorang Syekh Muslim setempat. Karena merasa tidak pantas membawa bekal makanannya sendiri ke rumah tuan rumah, ia memutuskan untuk menyimpannya. Saat dalam perjalanan, ia melihat seorang wanita Muslim bersama anak-anaknya yang tampak kelaparan. Tanpa ragu, ia memberikan bekalnya kepada mereka.
Tak lama setelah itu, ia menerima telegram yang menyatakan bahwa tugasnya telah dibatalkan dan ia harus segera kembali ke Mesir. Dari kejadian ini, terdapat hikmah yang dapat dipetik: dua ekor ayam yang ia persiapkan sejak awal ternyata bukan rezekinya, melainkan rezeki bagi wanita dan anak-anak yang kelaparan tersebut. Bahkan, ia telah menempuh perjalanan lebih dari empat ribu kilometer hanya untuk mengantarkan rezeki itu kepada mereka.
Kisah ini mengajarkan bahwa rezeki seseorang telah ditentukan oleh Allah dan akan sampai kepada pemiliknya dengan cara yang tidak selalu dapat kita pahami. Oleh karena itu, tidak perlu risau terhadap rezeki, karena setiap manusia akan mendapatkan bagian yang telah ditetapkan untuknya.
Buku ini merupakan bacaan yang sangat berharga bagi mereka yang sedang mengalami kesedihan, kekecewaan, dan pengkhianatan, sebagai bentuk penghiburan dan pelipur lara. Di dalamnya terdapat berbagai kisah inspiratif yang menakjubkan, tidak hanya mengenai rezeki dan cinta, tetapi juga tentang keteguhan hati dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Buku ini ditujukan bagi mereka yang diuji dengan kesempitan rezeki, tetapi tetap bersyukur dan bersabar hingga hati mereka dipenuhi kekayaan batin. Bagi para janda yang menjaga kehormatan diri meskipun menghadapi tantangan berat, seolah menggenggam bara api.
Bagi para pemuda yang berjuang menahan hawa nafsu dan melawan godaan setan. Juga bagi mereka yang merasa sedih, terluka, dan dikhianati—karena meskipun kata-kata tidak dapat sepenuhnya menghapus luka, setidaknya ia dapat memberikan ketenangan.
Kumpulan kisah dan nasihat ini hadir untuk menenangkan hati kita. Selamat menyelami makna dari gairah dalam cinta, yang sering kali memudar seiring dengan berjalannya waktu dan berubah menjadi bagian dari keseharian yang biasa.
Identitas Buku
Judul : Dear Broken Heart
Penulis : Adham Syaqawi
Penerbit : Qaf
Cetakan : 2024
Tebal : 360 halaman
ISBN : 978-602-5547-03-4

