Ganding, NU Online Sumenep
Dalam Rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-95, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Persiapan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurud Dhalam Kecamatan Ganding menggelar Istighasah dan Tausiyah Kebangsaan.
Acara yang berlangsung di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Ganding ini digelar pada Ahad pagi kemarin, (31/1/2021).
Kegiatan yang bertajuk ‘Menjaga Lingkungan untuk Peradaban NU Masa Depan’ ini dihadiri langsung oleh Moh Sabit selaku Sekretaris MWCNU Ganding, K Muhammad sebagai Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) Ganding, dan seluruh kader PMII STAI Nurud Dhalam serta beberapa kader dari kampus atau komisariat lain.
Moh. Sabit yang bertindak sebagai pengisi tausiyah menyampaikan bahwa pihaknya sangat mensupport kegiatan ini, apalagi tema yang dibahas sangat tepat sekali dengan isu yang cukup tersebar luas tentang Tambang Fosfat.
“Pertama saya sangat setuju dengan diadakannya forum semacam ini dengan tema Tambang Fosfat, khususnya di Kecamatan Ganding. Karena kita memang perlu menyikapi hal tersebut dikarenakan kita adalah Mahasiswa. Kalian adalah warga pergerakan yang harus bisa menyuarakan kebenaran dan keadilan jika kita terancam dengan ketentuan yang merugikan kita, khususnya masyarakat sekitar” Paparnya.
Tidak hanya itu, pemuda yang juga senior PMII di Ganding ini menegaskan bahwa warga NU dan kader muda NU harus bisa membentengi alam kita atau hablum min alam dari bahaya kerusakan yang bisa jadi ditimbulkan oleh tambang, salah satunya yang dikelola secara tidak benar oleh pihak pengelola.
“Jelas dengan adanya tambang tersebut pasti mengakibatkan efek positif dan negatif. Mungkin untuk efek positifnya pada masyarakat ialah diberikan peluang pekerjaan di sana, akan tetapi itu tidak seberapa dengan sisi negatifnya apabila dikelola tanpa memerhatikan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), seperti kekeringan dan segala macam dampak lainnya yang tentunya akan merugikan masyarakat khususnya di sekitar tambang tersebut,” pungkasnya mantan Ketua PK PMII Guluk-Guluk itu.
Pewarta: Zainuddin Latif
Editor: Ibnu Abbas

