Batuan, NU Online Sumenep
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menyampaikan secara langsung rekomendasi hasil Konferensi Cabang (Konfercab) kepada Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di kediaman pribadinya di Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Kamis (26/02/2026). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen jam’iyah dalam mengawal aspirasi warga Nahdliyin sekaligus mendorong kebijakan yang pro-rakyat.
Rekomendasi tersebut disampaikan oleh Rais PCNU Sumenep, KH Washil Hasyim, didampingi Ketua PCNU Sumenep, KH Widadi Rahim, bersama jajaran pengurus harian lainnya. KH Washil menegaskan bahwa poin-poin rekomendasi yang diserahkan merupakan keputusan resmi Konfercab PCNU Sumenep yang digelar pada 7 Desember 2025 di Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Kecamatan Guluk-Guluk.
“Rekomendasi ini merupakan amanat konfercab yang harus kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab organisasi terhadap umat dan daerah,” ungkap KH Washil Hasyim.
Ia menjelaskan, konfercab menjadi ruang musyawarah strategis untuk merumuskan sikap serta arah kebijakan organisasi dalam merespons dinamika sosial, keagamaan, dan pembangunan di Kabupaten Sumenep. Karena itu, rekomendasi yang disampaikan tidak bersifat normatif, melainkan konkret dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Secara garis besar, terdapat tiga klaster utama dalam rekomendasi tersebut. Pertama, bidang ekonomi dan kesejahteraan. PCNU Sumenep mendorong stabilisasi harga kebutuhan pokok dan komoditas pertanian, distribusi pupuk dan bibit yang adil, serta subsidi alat produksi bagi nelayan dan petani. Selain itu, pemerintah daerah diharapkan menghadirkan kebijakan afirmatif penciptaan lapangan kerja, membuka akses permodalan berbunga rendah bagi UMKM, serta memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan pembangunan wilayah kepulauan.
Kedua, bidang pendidikan dan pesantren. PCNU meminta pemerataan layanan pendidikan di wilayah kepulauan melalui peningkatan fasilitas dan distribusi tenaga pendidik yang proporsional. Beasiswa bagi keluarga kurang mampu, dukungan afirmatif bagi madrasah dan pesantren, insentif tenaga pendidik non-ASN, serta penguatan pendidikan karakter dan literasi digital menjadi bagian penting dari usulan tersebut.
Ketiga, bidang kesehatan dan sosial. PCNU Sumenep menyoroti pentingnya pemerataan fasilitas dan tenaga kesehatan, khususnya di wilayah kepulauan. Kampanye kesehatan publik, peningkatan fasilitas sosial seperti posyandu dan rumah singgah, serta penguatan program pengentasan kemiskinan berbasis komunitas juga menjadi perhatian utama.
Ketua PCNU Sumenep, KH Widadi Rahim, menegaskan bahwa penyampaian rekomendasi ini bukan sekadar formalitas organisasi, tetapi wujud komitmen Nahdlatul Ulama untuk terus hadir memberikan masukan yang solutif dan konstruktif.
“Kami ingin NU tetap menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Apa yang kami sampaikan adalah aspirasi warga Nahdliyin yang berharap adanya kebijakan yang semakin pro rakyat dan berkeadilan,” tegasnya.

