Giligenting, NU Online Sumenep
Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH. Hafidhi Sarbini, mengimbau kepada seluruh warga NU, baik struktural maupun kultural untuk menyikapi adanya kelompok Khilafatul Muslimin dengan bijak.
Hal tersebut disampaikan saat mengisi Tausiyah di acara Bahtsul Masail PCNU Sumenep bersama seluruh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Sumenep, di MWCNU Giligenting, Ahad (12/6/2022).
“Kelompok Khilafatul Muslimin ini sudah ada sejak lama. Mereka ini sama-sama Islam, sama-sama mu’min. Sama dengan kita,” ujarnya.
Namun demikian, menurut Kiai Hafidhi, warga NU harus mengetahui bahwa keberadaan Khilafatul Muslimin diumpamakan tidak lain sebagai kelompok Islam yang memilih kendaraan berbeda dengan NU.
“Jika NU memilih kendaraan bermotor, maka Khilafatul Muslimin ini memilih kendaraan yang lain. Sama-sama Islam, namun tetap berbeda dengan kita dalam hal ijtihadnya,” tambahnya.
Nahdlatul Ulama sebagai organisasi sosial keagamaan sejak awal telah berkomitmen untuk menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan berasaskan Pancasila. Hal demikian, bagi Kiai Hafidhi merupakan landasan dalam berkhidmah di Nahdlatul Ulama.
Berbeda dengan Khilafatul Muslimin, sebagaimana diketahui, misinya yakni menegakkan sistem kepemimpinan khilafah. “Jadi Nahdlatul Ulama yang paling cocok berada di Indonesia,” tegasnya.
Oleh karena itu, sebagai warga NU, Kiai Hafidhi meminta untuk bijak dalam menyikapi persoalan tersebut. Sebab sudah ada pihak berwajib yang berhak menangani keberadaan kelompok Khilafatul Muslimin.
“Biarkan pihak berwajib yang menangani. Terpenting bagaimana kita tetap berkomitmen Nahdlatul Ulama adalah jalan kita,” pungkasnya.

